Uji Efikasi Asap Cair Tempurung Kelapa (Cocos Sp) terhadap Serangan Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus Light) pada Pengawetan dengan Metode Perendaman Dingin Kayu Trembulu (Maesopsis eminii Engl)
ERNA ROSITA, Sutjipto Ahmad Hadikusumo
2010 | Skripsi | S1 KEHUTANANAsap cair tempurung kelapa mengandung senyawa kelompok fenol, kelompok asam dan kelompok karbonil seperti yang terdapat pada asam alami. Ketiganya secara simultan dapat berperan sebagai antioksidan dan anti mikrobia. Penelitian ini mencoba menerapkan teknologi pemanfaatan asap cair dari tempurung kelapa untuk mencegah serangan rayap kayu kering pada kayu trembulu yang diketahui merupakan kayu dengan kelas kuat III. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi pengaruh asap cair tempurung kelapa (Cocos sp) dengan berbagai konsentrasi dan lama perendaman sebagai bahan pengawet kayu trembulu untuk mencegah serangan rayap kayu kering Cryptotermes cynocephalus Light. Bahan penelitian berasal dari log kayu trembulu yang dibuat contoh uji ukuran 5x5x5 cm, asap cair dari tempurung kelapa dan rayap kayu kering. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi (40%, 50%, 60%, 70%) dan lama perendaman (24 jam, 48 jam, 72 jam). Pada masing-masing contoh uji yang telah diawetkan dengan metode perendaman dingin, diberi tabung kaca pada penampang tangensialnya. Rayap kayu kering sebanyak 50 ekor kemudian diumpankan pada masing-masing contoh uji yang sudah diberi tabung kaca tersebut dalam waktu 30 hari. Parameter yang diamati yaitu absorbsi larutan asap cair tempurung kelapa, retensi bahan pengawet, mortalitas rayap kayu kering, pengurangan contoh uji kayu trembulu, dan derajat kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi hanya berpengaruh pada parameter mortalitas rayap dengan menghasilkan nilai optimal pada konsentrasi 70% dengan lama perendaman 48 jam sebesar 92%, diikuti dengan derajat kerusakan 5,60% ; absorbsi larutan asap cair tempurung kelapa 101,172 %, retensi contoh uji kayu trembulu sesudah pengkondisian terhadap cuaca 5,211 kg/m3.
Coconut shell liquid smoke contains phenol, acid and carbonyl such as those found in natural acid. They can act simultaneously as antioxidant and antimicrobial. This research used liquid smoke of coconut shell as a wood preservative to prevent dry wood termite attack on trembulu wood which is low durability (class 3). The purpose of this research was to find the interaction of liquid smoke concentration and soaking period to prevent dry wood termite attack. The research materials were trembulu wood (sample size 5 by 5 by 5 cm), coconut shell liquid smoke and dry wood termite Cryptotermes cynocephalus Light. A complete randomized design was arranged in a factorial experiment at two factors, o. e. liquid smoke concentration (40%, 50%, 60%, 70%) and soaking period (24 hours, 48 hours, 72 hours). After being preserved, air dried and weather conditioned, a glass tube at diameter of 3 cm and height 5 cm was set up on each wood sample. Fifty dry wood termite were then introduced into each of glass tube for 30 days. Parameters observed were liquid absorption, liquid retention after being conditioned, termite mortality, weight reduction and degree of wood damage of wood samples. The result showed that interaction of the two experiment factors only found on termite mortality. Best treatment was found at 70% liquid concentration and 48 hours soaking period, which gave 92% termite mortality. Absorption at this treatment was 101,172 kg/m3 , retention after weather conditioned was 5,211 kg/m3 and light degree of wood damage.
Kata Kunci : Asap cair tempurung kelapa, perendaman dingin, kayu trembulu, rayap kayu kering