ESTIMASI UMUR KEMATIAN BANTENG (Bos javanicus ) DENGAN ANALISIS GIGI DI TAMAN NASIONAL BALURAN
SUGIYARTONO, Satyawan Pudyatmoko
2010 | Skripsi | S1 KEHUTANANTaman Nasional Baluran merupakan salah satu habitat bagi satwa liar. Banteng (Bos javanicus) merupakan salah satu satwa liar yang menghuni Taman Nasional Baluran yang dilindungi. Banteng mengalami penurunan populasi di Taman Nasional Baluran. Untuk menduga umur kematian banteng dengan sampel bagian tubuh menggunakan gigi, tulang dan tanduk. Analisis gigi merupakan metode akurat untuk menduga umur satwa liar. Ada dua metode analisis gigi berdasarkan jumlah lapisan sementum dan kerusakan progresif gigi geraham dan gigi prageraham. Sampel berupa rahang bawah dan merupakan sampel sisa-sisa banteng yang telah mati. Ditemukan 30 sampel rahang bawah. Dari 15 sampel gigi dengan analisis lapisan sementum didapatkan rata-rata umur kematian banteng 3+0.5 tahun. Dari 15 sampel rahang yang dianalisis menggunakan kerusakan progresif gigi molar dan prageraham rata-rata umur kematian banteng 3.48 tahun.
Baluran National Park was one of habitat for wild animals. Banteng (Bos javanicus) was one of wild animals that life in conservation of Baluran National Park. Banteng decreased in its number of population at Baluran National Park. To estimate the age of banteng death with a sample of part of body used tooth, bone, and horn. Tooth analysis was an accurate method to estimate the age of wild animals. There were two methods of tooth analysis, one was based on the number of cementum layers and the other was the progressive damage of molar teeth and pre-molar teeth. Sample was mandible and was the sample of death banteng ruins. It found 30 mandible samples. Of 15 teeth sample using cementum layers analysis, it is found the average age of banteng death was 3+0.5 years. Of 15 samples of mandible analyzed using the progressive damage of molar teeth and pre-molar teeth the average age of banteng death was 3.48 years.
Kata Kunci : Banteng (Bos javanicus), Jumlah lapisan semetum, Kerusakan progresif gigi geraham dan prageraham