Peran Religiusitas, Kematangan Emosi, dan Komitmen Terhadap Kepuasan Pernikahan Suami Istri Generasi Millenial
RIZKY TRIANDINA P, Budi Andayani, Dr., M.A., Psikolog
2018 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGIGenerasi millenial memiliki pola pikir, prinsip, dan pandangan yang berbeda mengenai pernikahan yang membedakannya dengan generasi sebelumnya, perubahan tersebut juga berpengaruh terhadap kehidupan pernikahan pada generasi millenial. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pernikahan pada generasi millenial cenderung lebih rendah dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Religiusitas, kematangan emosi, dan komitmen merupakan beberapa faktor yang dianggap berperan terhadap tercapainya kepuasan pernikahan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kontribusi dari religiusitas, kematangan emosi, dan komitmen terhadap kepuasan pernikahan suami istri generasi millenial. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Partisipan penelitian terdiri dari 280 (N = 280) suami istri generasi millenial. Pengukuran dilakukan dengan mengisi kuisioner yang terdiri dari skala religiusitas, skala kematangan emosi, skala komitmen, dan skala Satisfaction With Married Life (SWML). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan metode enter dan stepwise. Adapun analisis tambahan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis crosstab dan anava satu jalur, analisis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan tingkat kepuasan pernikahan generasi millenial berdasarkan faktor sosial demografi yang meliputi jenis kelaamin, usia pernikahan, tingkat pendidikan, dan cara berkenalan sebeum pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel religiusitas tidak berkontribusi secara signifikan, sedangkan kematangan emosi, dan komitmen secara bersama-sama signifikan memberikan kontribusi positif sebesar 29,3% (p=0,000; p<0,05) terhadap tercapainya kepuasan pernikahan. Kontribusi yang diberikan oleh masing-masing variabel adalah kematangan emosi sebesar 8,8%, dan komitmen sebesar 20,5%. Hasil uji anava terhadap faktor demografi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kepuasan pernikahan yang signifikan berdasarkan tingkat pendidikan sebesar 1,680 (p=0,017; p<0,05).
Millennials have different mindsets, principles, and views about marriage that distinguish them from the older generations, these changes also affect the married life of millennials. Some research results show that marriage satisfaction in the millennial generation tends to be lower than the older generation. Therefore, this study was conducted to find out the contribution of religiosity, emotional maturity, and commitment to the marriage satisfaction of millennial generation. This research was conducted by using quantitative methods. The participants of the study consisted of 280 (N = 280) millennial generation. Measurements were made by filling out questionnaires consisted of a scale of religiosity, scale of emotional maturity, scale of commitment, and the scale of Satisfaction With Married Life (SWML). The data analysis used in this study is multiple linear regression analysis through the enter and stepwise method. The additional analysis in this study used crosstab and one-way ANOVA analysis, the aim of this analysis is to find out how the differences in millennial generation marriage satisfaction levels based on social demographic factors. The results showed that the religiosity variable does not contribute significantly, while emotional maturity, and commitment together significantly give a positive contribution of 29.3% (p = 0,000; p <0.05) towards marriage satisfaction. Contributions of emotional maturity is 8.8%, and contribution of commitment is 20.5%. ANAVA test results on demographic factors indicate that there are significant differences in marital satisfaction based on education level of 1,680 (p = 0,017; p <0,05).
Kata Kunci : Religiusitas, Kematangan Emosi, Komitmen, Kepuasan Pernikahan, Generasi Millenial