Laporkan Masalah

PENGARUH PROGRAM IRIGASI WISMP PADA PRODUKSI, KEMANDIRIAN PANGAN DAN PROFITABILITAS USAHATANI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

UTAMI AGUS YULIANTI, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec;Dr. Jamhari, SP., M.P;Prof. Dr. Ir. Masyhuri

2018 | Disertasi | DOKTOR ILMU PERTANIAN

INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program irigasi WISMP terhadap produksi, kemandirian pangan dan profitabilitas usahatani di daerah irigasi kewenangan provinsi dan kewenangan kabupaten. Mengetahui pengaruh kewenangan provinsi dan kabupaten terhadap produksi, kemandirian pangan dan profitabilitas usahatani, mengetahui pengaruh interaksi antara program irigasi WISMP dan kewenangan terhadap produksi, kemandirian pangan dan profitabilitas usahatani serta mengetahui perbedaan produksi, kemandirian pangan dan profitabilitas usahatani antara daerah irigasi yang mendapat program WISMP dengan daerah irigasi yang tidak mendapat program WISMP baik kewenangan provinsi maupun kabupaten. Penelitian dilakukan di empat lokasi yaitu, di daerah irigasi Madean kewenangan provinsi, daerah irigasi Dokaran kewenangan kabupaten serta daerah irigasi Vanderwijck dan daerah irigasi Sorogenen sebagai wakil dari daerah irigasi yang tidak mendapat program WISMP. Metode penlitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis, analisis dengan menggunakan Structural Equation Modelling(SEM) dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Program WISMP Madean berpengaruh langsung secara positif signifikan terhadap produksi sebesar 0,439. Produksi berpengaruh positif signifikan sebesar 0,561 terhadap profitabilitas usahatani dan profitabilitas usahatani berpengaruh positif signifikan sebesar 0,273 terhadap kemandirian pangan petani. Program WISMP mampu menjelaskan variasi produksi sebesar 19,3% (RSquare : 0,193) WISMP memiliki pengaruh moderat terhadap produksi f-Square : 0,239. Pelaksanaaram WISMP di Dokaran berpengaruh positif signifikan terhadap produksi sebesar 0,414 Produksi berpengaruh positif signifikan sebesar 0,6947 terhadap profitabilitas usahatani. Profitabilitas usahatani berpengaruh positif signifikan sebesar 0,235 terhadap kemandirian pangan. Status Kewenagan daerah irigasi berpengaruh sigifikan terhadap produksi, kemandirian pangan atau profitabilitas petani dengan nilai tes menggunakan Willks’ Lambha dan Hotellings’ Trace sebesar 328,000 dengan signifikansi < 0,05; Interaksi program irigasi WISMP dengan kewenangan tidak berpengaruh terhadap produksi, kemandirian pangan dan profitabilitas usahatani. Produksi, profitabilitas usahatani dan kemandirian pangan daerah irigasi program WISMP kewenangan provinsi dan kabupaten lebih tinggi dari daerah irigasi non program. Perbedaan tersebut di daerah irigasi kewenangan provinsi secara berturut-turut sebesar 1,49; 0,87 dan 0,64. Perbedaan di daerah irigasi kewenangan kabupaten masing-masing 2,7; 0,96 dan 0,66. Terdapat perbedaan produksi, kemandirian pangan dan profitabilitas usahatani antara daearh irigasi program WISMP kewenangan provinsi dengan kewenangan kabupaten. Keduanya lebih tinggi di kewenangan provinsi, masing-masing 0,77 dan 1,12 dan profitabilitas usahatani kewenangan kabupaten lebih tinggi 0,14 dari kewenangan provinsi . Kata Kunci : WISMP, Produksi, Kemandirian Pangan dan Profitabilitas

ABSTRACT This study aims to determine the effect of the WISMP irrigation program, the influence of authority and the influence of WISMP program interaction with the authority on production, food resilience and farm profitability, as well as to determine differences in production, food resilience and farm profitability between the irrigation areas of the WISMP program and nonprovincial programs. and district. The study was carried out in four locations, namely the irrigation area of Madean, the authority of the province, the irrigation area. The irrigated area of Vanderwijck and Sorogenen as representatives of non-WISMP program irrigation areas. The research method uses analytical descriptive. Analysis of research data using SEM - PLS 3.0 and MANOVA. The WISMP program in the Madean and Dokaran irrigation areas has a significant positive direct effect on production of 0.439 and 0.414. Production in Madean has a significant positive effect of 0.561 on farm profitability and farm profitability has a significant positive effect of 0.273 on farmers' food resilience. R-Square production from WISMP is 0.193. WISMP has a moderate influence on f-Square production: 0.239. Production in Dokaran has a significant positive effect of 0.6947 on farm profitability. Farm profitability has a significant positive effect of 0.235 on food resilience. The status of the authority of the irrigation area has a significant effect on production, food resilience or farmer profitability with a Willks 'Lambha and Hotellings' Trace test value of 328,000 with a significance of <0.05; Program interaction with authority does not affect production, food resilience and farm profitability. Production, farming profitability and food resilience in irrigation areas are higher in provincial and district authorities than non-program irrigation areas. The difference is in the provincial authority of 1.49; 0.87 and 0.64 and 2.7 regencies in authority; 0.96 and 0.66. Production, food self-sufficiency and profitability of irrigation farms in the province have higher authority than district authority Keywords: WISMP, Production, Food resilience and Profitability

Kata Kunci : WISMP, Produksi, Kemandirian Pangan dan Profitabilitas

  1. S3-2018-338952-abstract.pdf  
  2. S3-2018-338952-bibliography.pdf  
  3. S3-2018-338952-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2018-338952-title.pdf