PENGATURAN HASIL HUTAN TANAMAN PINUS UNTUK PRODUKSI KAYU DAN GETAH (Kasus di Bagian Hutan Wadaslintang, KPH Kedu Selatan, Perum Perhutani Unit I, Jawa Tengah)
TANTYA PRATIWISARI, Ris Hadi Purwanto, Djoko Soeprijadi
2011 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan tanaman pinus diarahkan untuk memberikan hasil ganda berupa kayu dan getah. Prinsip kelestarian menuntut pengelolaan ini, agar mengatur sistem produksi sedemikian rupa, sehingga mampu menghasilkan kedua produk secara lestari. Implementasi prinsip ini berupa strategi pengaturan hasil. Penelitian ini dilaksanakan di Bagian Hutan Wadaslintang, KPH Kedu Selatan, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi dampak dari beberapa teknik pengaturan hasil hutan terhadap dinamika tegakan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengoptimalkan sistem pengaturan hasil hutan tanaman pinus untuk produksi kayu dan getah. Metode evaluasi yang diterapkan adalah simulasi deterministik dengan menggunakan kombinasi daur dan teknik perhitungan etat. Daur yang digunakan adalah 20, 25, 30, 35, dan 40 tahun. Teknik perhitungan etat yang digunakan adalah areal control dan formula Cotta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi kayu dan getah dengan metode penentuan etat (luas) formula Cotta daur 30 atau 35 tahun merupakan strategi pengaturan hasil yang tepat di Perum Perhutani.
Pine plantations is directed to produce wood and pine resin. The principle of sustainability requires the management to implemented this principle on its yield regulation. This research was conducted at Bagian Hutan Wadaslintang, KPH Kedu Selatan, Perum Perhutani Unit I, Central Java. Its objections are evaluate the impacts of application of yield regulation on its stand dynamic and optimize yield regulation for wood and pine resin. Evaluation method use deterministic simulation. In this simulation, scenarios were created based on combination of rotations and allowable cut computation techniques. The rotation used for these scenarios are 20, 25, 30, 35, and 40 years. Meanwhile allowable cut computation techniques are areal control and Cotta Formula. The result indicates that the production of wood and pine resin by Cotta Formula at 30 years or 35 years are the best Perhutani’s yield regulation.
Kata Kunci : pengaturan hasil, etat, produksi kayu dan getah