Laporkan Masalah

MOTIVASI MASYARAKAT UNTUK MENGELOLA HUTAN AB (Afkiren Bosch) DI DESA JETIS KECAMATAN SAPTOSARI KABUPATEN GUNUNG KIDUL PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

ZUNI HERMAWAN, Wahyu Tri Widayanti, Bowo Dwi Siswoko

2011 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kawasan hutan negara di Provinsi D.I. Yogyakarta hanya ada 5,9 persen dari total luas daratan yang ada. Hutan negara tersebut termasuk di dalamnya ada Hutan AB yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk budidaya tanaman semusim, sebagai salah satu sumber pemenuhan kebutuhan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui sejarah dan faktor-faktor yang mendorong masyarakat untuk mengelola Hutan AB, motivasi masyarakat, dan keterkaitan antara motivasi dengan strategi pengelolaan Hutan AB. Penelitian dilakukan di Desa Jetis Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunung Kidul menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh dengan cara wawancara mendalam, pengamatan atau observasi, dan studi dokumen. Hasilnya kemudian dianalisis menggunakan analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman (1992) dan menggunakan alur analisis data yang dikemukakan Creswell dalam (Kuswarno, 2009). Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor-faktor pendorong untuk mengelola Hutan AB yang berasal dari dalam diri yaitu: pengalaman menjadi mandor kehutanan, cara pandang dan tujuan: yang hanya demi hasil, rasa patuh terhadap pemimpin, rasa kebersamaan, pengetahuan tentang konservasi tanah dan pengetahuan lokal, tingkat pendidikan rendah, dan kekurangan lahan garapan, sedangkan faktor-faktor pendorong dari luar diri yaitu: belum ada aturan pengelolaan Hutan AB, himbauan penghijauan pemerintah desa, lahan di Hutan AB “nganggur” atau tidak ada yang menggarap, program penghijauan dari pemerintah, dan kedekatan keluarga. Motivasi masyarakat adalah motivasi kebutuhan mempertahankan hidup atau kebutuhan fisiologis, dan motivasi kebutuhan rasa aman. Strategi pengelolaan Hutan AB di masa mendatang melalui model hutan desa, dan dengan memberikan kesempatan masyarakat untuk menanam tanaman pertanian dan hijauan makanan ternak, selain ditanami dengan kayu.

The state forest area in D.I. Yogyakarta Province there is only 5.9 percent from total existing land. Inside the state forest there is the AB Forest, which is used by the surrounding community for seasonal plant cultivation, to fulfill their needs. This research aimed to find out the history and factors that push the community to manage the AB Forest, community motivation, and the relationship between motivation with the AB Forest management strategy. The study was conducted in Jetis Village Saptosari District Gunung Kidul Regency using the qualitative approach with the phenomenology method. Data were collected by indepth interview, observation, and document study. Data collected was then analysed using the qualitative data analysis according to Miles and Huberman (1992) and used the flow of data analysis that was proposed by Creswell in (Kuswarno, 2009). The results of this research showed that the factors that pushed the management of the AB Forest that came from within it self were: experience being a forestry foreman, way of viewing and aims: only for results, obedience to the leader, togetherness, knowledge about soil conservation and local knowledge, low education level, and a lack of cultivated land, while eksternal factors were: there were no AB Forest management rules yet, village government planting calling, nobody was looking after the land in the AB Forest, planting program from government, and family closeness. Community motivation is the motivation of the need to survive or fisiological needs, and the need to feel safe. The management strategies of the AB Forest in the future will be carried out through a village forest modle, and by giving the community a chance to plant agricultural plants and food for livestock, besides wood plants.

Kata Kunci : motivasi, Hutan AB, masyarakat, dan pengelolaan

  1. S1-2011-198287-abstract.pdf  
  2. S1-2011-198287-bibliography.pdf  
  3. S1-2011-198287-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2011-198287-title.pdf