DINAMIKA TANDON TEGAKAN PERUSAHAAN HUTAN JATI BAGIAN HUTAN NGLIRON, KPH RANDUBLATUNG, PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH
RICHA HARDINAR, Djoko Suharno Radite, Rohman
2011 | Skripsi | S1 KEHUTANANDinamika tandon dipengaruhi oleh pertumbuhan tegakan akibat proses biologis, kegiatan pengelolaan hutan, pengaturan hasil, dan kejadian katastropik. Kelestarian hutan produksi ditentukan oleh kemampuan menjaga stabilitas tandon dan tebangan. Penelitian ini dilaksanakan di Bagian Hutan Ngliron, KPH Randublatung, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Tujuan penelitian adalah memprediksi stabilitas tandon sebagai akibat penerapan pengaturan hasil dengan Instruksi 1974 dan skema pengaturan hasil lainnya. Penelitian ini menggunakan simulasi Monte Carlo dengan skenario. Skenario yang digunakan dalam simulasi adalah kombinasi antara variasi KBD dengan variasi daur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daur yang digunakan oleh Perum Perhutani tidak dapat menjaga struktur tegakan yang tertata. Penebangan yang dilakukan belum menjamin kelestarian tandon tegakan. Simulasi dengan beberapa skema kombinasi daur (20, 40, dan 60 tahun) menunjukkan bahwa daur 20 tahun dapat memperbaiki struktur tegakan yang lebih tertata dibandingkan skema pengaturan hasil yang diterapkan Perum Perhutani. Pola dinamika tandon pada daur 20 tahun lebih stabil, dibandingkan skema pengaturan hasil lainnya sehingga pengaturan hasil yang ada perlu diperbaiki.
The dynamic of standing stock was determined by its growth as the result of its biology process, prescription of forest management, yield regulation, and catastrophic events. The sustainability of forest production depends on the ability to maintain standing stock stability and harvest scheduling. The research was conducted in Bagian Hutan Ngliron, KPH Randublatung, Perum Perhutani Unit I, Central Java. The objection of the research is to predict the standing stock stability as effect of the implementation Instruction of 1974 and other yield regulation schemes. Monte Carlo simulation with the scenarios was applied in this research. The scenarios used in this simulation were combination between basal area (KBD) variation and rotations variation. The result indicates that the existing rotation scheme applied by Perum Perhutani can not maintain regulated stand structure. The cutting did not guarantee the sustainability of standing stock. Simulation with other rotation schemes (20, 40, and 60 years) indicates that 20 years rotation scheme can improve the stand structure better than applied scheme. The dynamic of standing stock at 20 years rotation is more stable than other yield regulation schemes, so that current yield regulation needs to be improved.
Kata Kunci : dinamika tandon, simulasi Monte Carlo, pengaturan hasil