Rice Price Stabilization Trend in Indonesia (1985 - 2015)
ANDRIANI W, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo,M.P.P.
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIKBeras adalah komoditas pertanian yang sangat penting di Indonesia. Pemerintah Indonesia bertanggung jawab untuk menyediakan beras untuk konsumsi dalam jumlah yang cukup dan hargai yang terjangkau. Harga beras yang terus meningkat akan mengurangi kemampuan setiap rumah tangga untuk membeli beras. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mempengaruhi pasar beras domestiknya dengan menggunakan kebijakan stabilisasi harga beras. Dengan menjaga kestabilan harga beras, kebijakan stabilisasi harga berpusat pada menjaga keseimbangan antara menyediakan beras murah untuk konsumen dan memastikan adanya keuntungan sebagai insentif bagi petani untuk memproduksi padi. Sementara itu, swasembada beras, yang selalu dihubungkan dengan konsep nasionalisme, adalah hal yang menjadi impian bangsa Indonesia. Dalam perjalanan untuk mencapai swasembada pangan, Indonesia berjuang untuk mengakhiri ketergantungan pada pasar internasional dan memilih beras produk domestik untuk peyediaan beras dalam jumlah yang cukup dan harga yang terjangkau. Penelitian ini menelaah pengalaman Indonesia dalam menerapkan kebijakan stabilisasi harga beras dari tahun 1985 sampai dengan 2015. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis dokumen pemerintah, pertauran pemerintah dan penelitian terdahulu ynag berhubungan dengan stabilisasi harga beras. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pengaruh kebijakan stabilisasi harga beras terhadap harga beras dan swasembada beras. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan stabilisasi harga beras berhasil menjaga harga beras pada level yang stabil sebelum krisis ekonomi 1997/1998, tetapi adanya perubahan kebijakan yang dilakukan oleh beberapa periode kepresidenan setelah krisis ekonomi telah mempengaruhi kinerja kebijakan stabilisasi harga beras. Selain itu, prinsip swasembada beras belum bisa dilaksanakan secara maksimal karena pemerintah masih melakukan impor beras untuk menambah stok beras di BULOG yang diperlukan untuk stabilisasi harga. Beberapa implikasi kebijakan didapatkan dari penelitian ini, termasuk meningkatkan jumlah stok beras untuk pelaksanaan stabilisasi harga, meningkatkan jumlah beras untuk program RASKIN, serta melibatkan perusahaan swasta berlisensi dalam pembelian beras untuk pelaksanaan stabilisasi harga.
Rice is an important agricultural commodity in Indonesia. The government of Indonesia has the responsibility to provide sufficient and affordable rice for consumption. Raising the price of rice would reduce any household ability to obtain affordable rice. Therefore, the government of Indonesia influences its domestic rice sector using the rice price stabilization policy. By maintaining stable rice prices, the policy focused on achieving a balance between providing customers with low rice prices and ensuring sufficient profit as farmers incentives to produce rice. Meanwhile, rice self-sufficiency, linked with the concept of nationalism, has been a cherished goal for Indonesia. In pursuing self-sufficiency, the country has struggled to overcome its reliance on the international market and prefers domestic rice production in order to provide affordable and sufficient rice. This study reviews Indonesia experience in implementing rice price stabilization from 1985 until 2015. Utilizing a descriptive qualitative method, this study analyzes government documents, government regulations, and previous studies related to rice price stabilization. The study aims to examine the impact of rice price stabilization policy on rice prices and rice self-sufficiency. The study found that rice price stabilization policy was able to maintain rice prices at the stable level before Financial crisis 1997/1998, however policy changes across different precidencies has affected the policy performance after the financial crisis. Furthermore, rice self-sufficiency principle has not been able to be excersiced fully as rice import is still utilized in order to provide rice for stabilization purposes. Several policy lessons emerge from the analysis, including increasing the amount of rice stock for price stabilization, and the amount of rice for the RASKIN program as well as involving licensed private companies in purchasing rice for price stabilization purposes.
Kata Kunci : Rice prices, Stabilization policy, BULOG, Import