DINAMIKA TANDON TEGAKAN PERUSAHAAN HUTAN JATI BAGIAN HUTAN PAGOTAN, KPH MADIUN PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
M K DHIKA A U, Djoko Suharno Radite,Rohman
2011 | Skripsi | S1 KEHUTANANDinamika tandon dipengaruhi oleh pertumbuhan tegakan sebagai hasil dari proses biologi, kegiatan pengelolaan hutan, pengaturan hasil, dan kejadian tak terduga. Kelestarian hutan produksi sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga stabilitas tandon dan tebangan. Penelitian ini dilaksanakan di Bagian Hutan Pagotan, KPH Madiun Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi stabilitas tandon sebagai akibat penerapan pengaturan hasil (Instruksi ’74) dan skema pengaturan hasil lainnya. Penelitian menggunakan simulasi Monte Carlo. Skenario yang digunakan dalam simulasi ini adalah kombinasi antara variasi KBD dan variasi daur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika tandon tegakan merupakan prediksi keadaan tandon hutan dengan patokan petak sebagai unit stabil yang harus ditaati seiring dengan etat luas sebagai pembatas. Struktur tegakan pada Bagian Hutan Pagotan belum menuju hutan tertata dengan menggunakan daur yang diterapkan oleh Perum Perhutani, sehingga untuk mengatur struktur tegakan yang ada perlu memperbaiki pengaturan hasil yang ada saat ini.
Dinamika tandon dipengaruhi oleh pertumbuhan tegakan sebagai hasil dari proses biologi, kegiatan pengelolaan hutan, pengaturan hasil, dan kejadian tak terduga. Kelestarian hutan produksi sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga stabilitas tandon dan tebangan. Penelitian ini dilaksanakan di Bagian Hutan Pagotan, KPH Madiun Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi stabilitas tandon sebagai akibat penerapan pengaturan hasil (Instruksi ’74) dan skema pengaturan hasil lainnya. Penelitian menggunakan simulasi Monte Carlo. Skenario yang digunakan dalam simulasi ini adalah kombinasi antara variasi KBD dan variasi daur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika tandon tegakan merupakan prediksi keadaan tandon hutan dengan patokan petak sebagai unit stabil yang harus ditaati seiring dengan etat luas sebagai pembatas. Struktur tegakan pada Bagian Hutan Pagotan belum menuju hutan tertata dengan menggunakan daur yang diterapkan oleh Perum Perhutani, sehingga untuk mengatur struktur tegakan yang ada perlu memperbaiki pengaturan hasil yang ada saat ini.
Kata Kunci : dinamika, tandon tegakan jati, hutan tertata