ANALISIS GENDER PADA KELOMPOK TANI SIDODADI MAJU DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI DESA PASAR BANGGI, KABUPATEN REMBANG, PROPINSI JAWA TENGAH
PUDYA KUSUMA L, Wahyu Tri Widayanti
2011 | Skripsi | S1 KEHUTANANKegiatan rehabilitasi hutan mangrove di Desa Pasar Banggi banyak melibatkan masyarakat termasuk laki-laki maupun perempuan. Adanya pelibatan masyarakat menimbulkan perbedaan peran berdasarkan gender dalam kegiatan pembangunan maupun pengelolaan hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran masing-masing gender dalam aktifitas produktif, aktifitas reproduktif, akses dan kontrol masyarakat pengelola hutan mangrove terhadap sumberdaya hutan mangrove, dan mengetahui pola pengambilan keputusan ditingkat keluarga pada masyarakat pengelola hutan mangrove. Penelitian ini menggunakan metode survey. Pengumpulan data primer melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Jumlah responden seluruh keluarga anggota kelompok tani yaitu 59 keluarga. Metode analisis data primer dilakukan dengan teknik analisis harvard atau sering disebut juga Gender Framework Analysis (GFA) yang menggambarkan profil aktifitas, akses dan kontrol. Data sekunder dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada aktifitas produksi pengelolaan mangrove dan kegiatan silvofishery didominasi oleh laki-laki, kegiatan produksi lain didominasi oleh perempuan. Aktifitas reproduksi didominasi oleh perempuan dan anak perempuan. Aktifitas politik dan pengaturan masyarakat dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Laki-laki mempunyai akses yang lebih besar dari perempuan pada sumberdaya pelatihan dan penyuluhan. Kontrol perempuan lebih besar pada sumberdaya pendapatan. Pola keputusan rumahtangga pada bidang produksi banyak menggunakan pola keputusan bersama tetapi suami lebih dominan. Bidang pembentukan keluarga (reproduktif) menjadi keputusan bersama suami istri. Keputusan istri lebih dominan pada bidang konsumsi keluarga sedangkan bidang aktifitas masyarakat banyak menggunakan pola keputusan bersama suami istri.
Mangrove rehabilitation in Pasar Banggi Village has commited all of gender societies. The research make a difference of participate based on gender in development and management mangrove. The research was conducted to assess the role of each gender on productive, reproductive activity, access and society control to mangrove resource, and to assess decision making pattern in family level on mangrove society. This research used the survey method. Primary data were collected through interview mediated by quizionair. Total respondents of all farmer family were 59 families. Primary data analysis was done by Harvard analysis technique or commonly called Gender Framework Analtsis (GFA) which describes activity profile, access and control. Secondary data were analyzed descriptively. Based on the result of this research production activity and the silvofishery activity were men dominated, other production activities were women dominated. Reproduction activity were women and the daughter dominated. Political activity and society setting were almost balanced on men and women. Women’s control was greater on income resource. Family decision pattern on production department was mostly including husband’s dominant decision. Family reproductive development department was using wife’s dominant decision. Society activity department used equal decision by both husband and wife.
Kata Kunci : Analisis Gender, pengelolaan hutan mangrove