PENGARUH NAUNGAN DAN ZPT BERBAHAN AKTIF AUKSIN PADA STEK CABANG JENIS BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper)
SHENDI PUTRI A., Adriana
2011 | Skripsi | S1 KEHUTANANBambu sebagai Hasil Hutan Non Kayu yang berpotensi untuk mensubstitusi kayu mengalami keterbatasan dalam pemenuhan bibit tanaman, sehingga digunakan stek cabang sebagai bahan perbanyakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan stek cabang bambu petung (Dendrocalamus asper). Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah (Split Plot Design) dengan ulangan sebanyak tiga kali, setiap ulangan terdiri dari 10 sampel stek bambu. Sebagai petak utama (Main Plot) adalah naungan (naungan dan tanpa naungan) dan sebagai anak petak (Sub Plot) adalah konsentrasi ZPT (0 ppm, 500 ppm, 1.000 ppm, dan 1.500 ppm). Sehingga total eksperimen yang diamati adalah 240 stek cabang. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) kemudian dilakukan uji lanjut dengan menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan memberikan pengaruh yang nyata pada parameter jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, persen berakar, dan persen hidup. Keberhasilan stek cabang tertinggi diperoleh pada pemberian ZPT dengan konsentrasi 1.000 ppm sedangkan pertumbuhan terbaik diperoleh pada kondisi tanpa naungan.
Bamboo as a Non Timber Forest Product has potential to substitute wood, but it’s cultivation is limited by the availability of seedlings. Propagation through branch cutting can be used to produce planting materials. This research aimed to determine the influence of shade and plant growth regulator and their interaction on the success of branch cutting and it’s growth of bamboo petung’s (Dendrocallamus asper). This research used Split Plot Design with three replications. Each replication consisted of 10 samples of bamboo’s cuttings. As the main plot was shading (shading and without shading) and the subplot was concentration of PGR (0 ppm, 500 ppm, 1.000 ppm, and 1.500 ppm). So the total experimental of the branch cuttings which were observed were 240. The data was analyzed using the analysis of variance (ANOVA) and analyzed further using DMRT (Duncan Multiple Range Test) to determine differences among the treatments. The results showed that shading gave significant effect on parameters of number of leaves and roots, length of root, percentage of root formation, and survival. The highest survival of branch cutting was obtained by applying 1.000 ppm of PGR. While best growth of branch cutting was obtained by applying without shading condition.
Kata Kunci : Bambu petung, naungan, konsentrasi ZPT, pertumbuhan stek cabang.