Laporkan Masalah

INTERAKSI MASYARAKAT EKS.TRANSMIGRAN ACEH TERHADAP HUTAN (Kasus di Dusun Maribaya, BKPH Bantarkawung, KPH Pekalongan Barat)

MOHAMAD KOMARUDIN, Djuwadi, Bowo Dwi Siswoko

2011 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Tingkat kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar hutan yang masih rendah, mengakibatkan adanya tekanan masyarakat terhadap sumber daya hutan yang ada di sekitarnya. Dusun Maribaya yang merupakan perkumpulan warga Eks. Transmigran Aceh lokasinya berada disekitar wilayah hutan atau berbatasan langsung dengan hutan. Tekanan dari masyarakat itu berupa interaksi yang langsung terhadap hutan, baik interaksi legal maupun ilegal. Hutan dipilih oleh masyarakat Maribaya sebagai alternatif kurangnya ketersediaan lahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi masyarakat Maribaya terhadap sumber daya hutan, mengetahui bentukbentuk kerjasama yang dilakukan Perhutani dengan masyarakat Maribaya, dan mengetahui sumbangan sumber daya hutan terhadap pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat Maribaya. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik survei dengan alat bantu kuesioner, dan dokumentasi. Data dan informasi dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian melalui metode analisis deskriptif. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa interaksi yang terjadi antara masyarakat Maribaya dengan sumber daya hutan adalah penggarapan lahan pada masa lepas kontrak dengan sistem tumpang sari, pemenuhan kebutuhan hijauan makanan ternak sebesar 176,66 ton/tahun, pengambilan kayu bakar sebesar 8.760 ikat/tahun, dan pencurian kayu perkakas. Kerjasama antara Perhutani dengan masyarakat Dusun Maribaya belum bersifat resmi dan berkesinambungan. Sumbangan sumber daya hutan terhadap pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat Maribaya berasal dari lahan hutan sebesar Rp 102.620.000,00/tahun atau sebesar 33,58% dari total pendapatan masyarakat. Sumbangan dari lahan hutan tersebut perlu ditingkatkan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara layak.

The welfare of the people who live near forests is still low, resulting in public pressure on existing forest resources in the vicinity. Hamlet Maribaya which is a citizens association of Ex. Transmigrants from Aceh is located around forest areas or directly adjacent to the forest. Pressure from the public in the form of direct interaction with forests, both legally and illegally. Forest selected by the Maribaya community as an alternative because of lack of land availability to meet their needs. This study aimed to determine the forms of interaction with the forest resources by the Maribaya community, to find out the forms of cooperation undertaken between Maribaya community and Perhutani, and to find out the contribution of forest resources to meet the needs of the Maribaya community. Data were collected using a survey technique with questionnaires, and documentation. Data and information was analyzed in accordance with the purpose of research through a descriptive analysis method. The results of this research indicate that the interactions that occur between the Maribaya people with forest resources were the cultivation of land after the contract expired with intercropping system, fulfilling the needs of green fodder of 176.66 tons / year, fetching firewood for 8760 bunch / year, and theft of wood. Cooperation between the community Maribaya and Perhutani was not yet official and sustainable. Contribution of forest resources to meet the needs of the Maribaya people derived from forest lands amounting to Rp 102,620,000.00 per annum or a total of 33.58% of total public revenue. Donations from the forest land needs to be improved to meet the needs of the society.

Kata Kunci : interaksi, kesejahteraan, sumber daya hutan

  1. S1-2011-192516-abstract.pdf  
  2. S1-2011-192516-bibliography.pdf  
  3. S1-2011-192516-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2011-192516-title.pdf