PENGARUH KLON DAN KONSENTRASI IBA TERHADAP KEMAMPUAN BERAKAR STEK PUCUK BASTAR Eucalyptus pellita x E. urophylla
FAUZAN FIKRI, W. W. Winarni, Widiyatno
2011 | Skripsi | S1 KEHUTANANIndustri kertas sangat dipengaruhi oleh kebutuhan bahan baku berupa kayu serat panjang. Pengujian terhadap kayu serat panjang terus dikembangkan, salah satunya bastar Eucalyptus (E. pellita x E urophylla) yang memiliki keunggulan diantaranya riap kayu terbaik dan tahan terhadap hama dan penyakit. Untuk mendapatkan produktivitas kayu yang tinggi, maka usaha perbanyakan secara vegetatif dari klon unggulan menjadi alternatif untuk penyedia materi tanaman. Tehnik rejuvenasi dengan cara sayatan melingkar sangat tepat digunakan untuk mendapatkan materi vegetatif trubusan sebagai bahan penelitian stek pucuk. Penelitian yang diuji adalah 10 klon bastar Eucalyptus dan konsentrasi IBA (0, 25, 50, 75, dan 100 ppm). Analisis yang digunakan adalah dengan analisis varian (Anova). Perbedaan diantara perlakuan diuji dengan beda nyata terkecil (LSD/ Least Significant Difference), sedangkan untuk perlakuan yang bersifat kuantitatif diuji dengan analisis Trend. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah dan panjang akar. Keberhasilan penelitian stek pucuk ditunjang oleh faktor pengerjaan serta faktor lingkungan. Melalui pertimbangan faktor tersebut pada penelitian ini diperoleh keberhasilan hidup stek pucuk sebesar 78,4 %. Hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan pertumbuhan jumlah dan panjang akar stek pucuk bastar Eucalyptus dipengaruhi oleh faktor klon dan interaksi klon dengan konsentrasi IBA. Berdasarkan pernyataan tersebut, faktor klon dan interaksi klon dengan hormon IBA diperoleh hasil klon P28/III dan interaksi klon P28/III dengan konsentrasi 100 ppm dan 0 ppm dapat dijadikan pertimbangan permudaan selanjutnya.
Paper industry is strongly influences by the availability of long fiber woods as raw materials. Researches on long fiber woods have been developed continuously, e.g interspecies hybrid of E. pellita x E. urophylla. It has superior quality of wood increment and resistant to pest and diseases. In order to increase wood productivity, it is essential reproduce selected clone as propagation materials. Rejuvenation technique by girdling could be applied to produce spourts and afterwards it would be used as propagation materials for shoot cutting research. A total 10 selected interspecies hybrid clone were tested using various concertation levels of IBA hormone, namely 0, 25, 50, 75, and 100 ppm, respectively. The effects of treatment were tested using analysis of varians and continued by least significant by least significant different test. While the quantitative treatment were tested using trend analysis. The observed variables were roots number and length. The shoot cutting propagation achievement was influenced by processing technique and environmental factors. It revealed the survival of shoot cutting of 78,4 %. The research showed that roots number and length of shoot cutting was influenced by clones and interaction of clones and IBA concertation . Based on these statements, clone P28/III and interaction clone P28/III with level 100 ppm and 0 ppm IBA hormone could be considerate for the next regeneration.
Kata Kunci : klon, konsentrasi IBA, interkasi klon dengan konsentrsi IBA, jumlah akar, panjang akar.