EFFICACY OF NEONICOTINOID INSECTICIDES ON THE MORTALITY OF AEDES ALBOPICTUS MOSQUITO (DIPTERA: CULICIDAE)
KEVIN RADINAL TJENDR, Dr. Budi Mulyaningsih, Apt., MS.; Dr. Drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU.; dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D.
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar belakang: Nyamuk Aedes albopictus memiliki kepentingan dalam aspek medis karena nyamuk tersebut dapat mentransmisikan bermacam-macam patogen yang dapat menyebabkan penyakit menular. Beberapa contoh penyakit yang dapat disebabkan oleh gigitan nyamuk tersebut adalah demam dengue (demam berdarah), chikungunya, dan demam kuning. Selain itu, nyamuk Ae. albopictus terbukti menjadi salah satu vektor virus Zika (Liu et al., 2017) yang sangat fatal karena belum ditemukannya pengobatan ataupun vaksin untuk demam Zika (Chen dan Hamer, 2016). Dengan demikian, pemberantasan vektor-vektor penyakit menjadi cara yang paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit menular yang ditransmisikan melalui gigitan nyamuk. Kebutuhan akan insektisida jenis baru menjadi faktor utama dalam pemberantasan karena terbuktinya resistensi nyamuk terhadap insektisida-insektisida yang sering dipakai. Penemuan insektisida golongan baru yang efektif diperlukan untuk memberantas populasi nyamuk-nyamuk vektor penyakit, contohnya adalah Ae. albopictus, terutama populasi nyamuk yang sudah menghasilkan resistensi. Dengan demikian, insiden ataupun wabah penyakit nyamuk menular dapat dikurangi dan dicegah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak biologis insektisida imidakloprid (golongan neonicotinoid) dalam menghasilkan mortalitas pada larva hidup dan nyamuk betina dewasa Ae. albopictus yang tidak terbukti resisten terhadap insektisida golongan neonikotinoid. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi insektisida imidakloprid (lethal concentration) yang dapat menyebabkan kematian 50% dan 90% (LC50 dan LC90) pada subjek. Metode: Penelitian ini berupa studi penelitian tingkat quasi-experimental menggunakan subjek penelitian yaitu larva Ae. albopictus pada fase instar 3 dan nyamuk betina dewasa Ae. albopictus. Subjek penelitian akan dipaparkan terhadap insektisida imidakloprid dalam konsentrasi yang bervariasi. Data jumlah akan dikumpulkan dalam bentuk persentase kematian dan diolah menggunakan sistem regresi log-probit sehingga bisa mendapatkan hasil berupa LC50 dan LC90. Hasil: LC50 dan LC90 imidakloprid terhadap larva Ae. albopictus adalah 147.8 ng/ml dan 364.1 ng/ml secara berurutan, sedangkan LC50 dan LC90 imidakloprid terhadap nyamuk betina dewasa Ae. albopictus adalah 0.120 ng/mg dan 0.853 ng/mg berat badan nyamuk. Setelah konversi, LC50 dan LC90 imidakloprid terhadap nyamuk betina dewasa Ae. albopictus adalah 0.0414 ng/cm2 dan 0.294 ng/cm2 luas kertas berinsektisida. Kesimpulan: Imidakloprid memiliki kapasitas untuk membunuh larva nyamuk dan nyamuk betina dewasa Ae. albopictus. Yang artinya, imidakloprid memiliki sifat larvacidal dan adulticidal. Dengan demikian, imidakloprid bisa digunakan sebagai insektisida untuk memberantas nyamuk Ae. albopictus.
Background: Aedes albopictus mosquito holds a medical importance as it transmits numerous pathogens that are able to cause mosquito-borne diseases in human such as yellow fever, dengue fever, chikungunya fever, etc. Ae. albopictus was also proven as a host and vector for the Zika virus (Liu et al., 2017). Zika fever disease is very contagious and fatal due to the absence of cure and vaccines (Chen and Hamer, 2016). Hence, the elimination of the vectors is the best way to prevent future mosquito-borne disease recurrence. The need of a new type of insecticide corresponds to the study that shows mosquito are able to develop resistance toward common insecticides. Hence it is important to establish future mosquito repellent measures that are more effective in the eradication of disease-bearing mosquito, such as Ae. albopictus, thus reducing the likelihood and incidents of mosquito-borne diseases. Objectives: This study aimed to evaluate the biological activity of imidacloprid (neonicotinoid) insecticide in inducing mortality on susceptible live larva (as larvacide) and adult form (as adulticide) of Ae. albopictus as well as to determine the lethal concentration (LC) of the imidacloprid for 50% and 90% mortality (LC50 and LC90). Method: A quasi-experimental study using batches of third instar larva and adult female mosquito of Ae. albopictus. The subject groups are exposed to various concentration of imidacloprid insecticide and the data collected is in the form of percentage mortality of larva and mosquito, which will be collected and analysed by using probit regression method to determine the LC50 and LC90. Results: LC50 and LC90 of imidacloprid obtained for larvacidal property is 147.8 ng/ml and 364.1 ng/ml respectively, while LC50 and LC90 of imidacloprid obtained for adulticidal property is 0.120 ng/mg and 0.853 ng/mg body weight of mosquito respectively (after conversion: 0.0414 ng/cm2 and 0.294 ng/cm2 of insecticide impregnated paper) Conclusion: Imidacloprid has the ability to induce mortality on larva (larvacidal property) and adult female mosquito (adulticidal property) of Ae. albopictus, therefore it can be used as an active substance for insecticide targeting Ae. albopictus.
Kata Kunci : Aedes albopictus, neonicotinoid insecticide, imidacloprid, Asian tiger mosquito, lethal concentration 50% and 90%