Laporkan Masalah

EVALUASI KESESUAIAN FUNGSI JENIS-JENIS POHON DAN MODEL ARSITEKTUR DI KAWASAN WISATA TAMAN BALEKAMBANG SURAKARTA

HANUNG ANGGARA H, Wiyono, Mukhison

2011 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Gejala pembangunan kota pada masa lalu mempunyai kecenderungan untuk meminimalkan ruang terbuka hijau. Lahan-lahan terbuka hijau banyak dialih fungsikan menjadi pertokoan, pemukiman, tempat rekreasi, industri, dan lainnya. Ketidaktepatan rencana dan ketidaktertiban pemanfaatan ruang dapat berpengaruh terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup, sehingga lingkungan berkembang secara ekonomi, namun menurun secara ekologi. Penanaman tumbuhan yang mempertimbangkan aspek arsitektur akan lebih meningkatkan fungsi lansekap hutan kota. Taman Balekambang merupakan salah satu kawasan wisata budaya yang mempunyai ruang terbuka hijau di pusat Kota Surakarta. Ruang terbuka hijau di kawasan wisata budaya dan pusat kota perlu adanya penataan ruang yang baik dengan dipadukan aspek arsitektur pohon. Pertimbangan dari aspek arsitektur pohon adalah untuk meningkatkan fungsi lansekap dan keruangan di kawasan wisata budaya. Penelitian dilakukan di kawasan Taman Balekambang Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah identifikasi jenis pohon berdasarkan model arsitektur pohon dan fungsinya, penelusuran daftar pustaka guna mendapatkan informasi yang menunjang data, wawancara untuk mendapatkan data kondisi lapangan, dan matching atau mencocokan kriteria pohon berdasarkan fungsi yang diharapkan. Penelitian ini membagi wilayah Taman Balekambang menjadi 7 lokasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat 47 jenis pohon dengan 13 model arsitektur pohon di kawasan Taman Balekambang. Jenis-jenis pohon tersebut memiliki model arsitektur: Attim, Troll, Corner, Champagnat, Roux, Scarrone, Leeuwenberg, Rauh, Kwan Koriba, Aubreville, Prevost, Petit, dan Massart. Penempatan pohon di kawasan Taman Balekambang sudah cukup sesuai, namun terdapat penambahan dan pengurangan jenis guna meningkatkan fungsi kawasan.

Past time city development symptoms tended to minimize green open areas. They were converted into stores, housings, recreation areas, industrial areas and so on. Incorrect plans and unordered use of space can influence the decrease of environmental quality, so that it grows economically but shrinks ecologically. Vegetation planting that considers architecture aspect will increase the landscape function of city forest. Balekambang Park is one of cultural tourism site with green open area in the center of the city of Surakarta. Green open area in cultural tourism site and the center of the city needs good spacial management combined with tree architecture aspect. Tree architecture aspect consideration is to increase landscape function and spacial in cultural tourism site. This research was held in Balekambang Park Site Surakarta. Applied method in the research was tree type identification based on tree architecture model and its function, librarian study to get supporting informations, interview to get real condition data, and matching the tree criteria based on the expected function. This research divided the Balekambang Park into 7 sites. The result showed that there were 47 tree types with 13 architecture models. Those architecture types were: Attim, Troll, Corner, Champagnat, Roux, Scarrone, Leeuwenberg, Rauh, Kwan Koriba, Aubreville, Prevost, Petit, and Massart. Tree placement in Balekambang Park site was appropriate, but required addition and reduction to certain tree types to increase the site function

Kata Kunci : arsitektur pohon, jenis pohon, kesesuaian fungsi pohon

  1. S1-2011-186397-abstract.pdf  
  2. S1-2011-186397-bibliography.pdf  
  3. S1-2011-186397-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2011-186397-title.pdf