EVALUASI JENIS POHON BERDASARKAN MODEL ARSITEKTUR DAN FUNGSINYA DI KAWASAN WISATA MONUMEN YOGYA KEMBALI YOGYAKARTA
JANSER ALDOMORO, Dwi T. Adriyanti
2011 | Skripsi | S1 KEHUTANANRekreasi dapat dibagi menjadi dua golongan yakni 1). Rekreasi di dalam bangunan (indoor recreation) dan 2). Rekreasi di alam terbuka (outdoor recreation). Rekreasi di alam terbuka diyakini memiliki kelebihan daripada rekreasi dalam bangunan yaitu mendatangkan pengalaman baru, lebih menyehatkan baik jasmani maupun rohani, serta meningkatkan keterampilan. Guna mengoptimalkan fungsi kawasan outdoor recreation diperlukan penataan kawasan wisata yang baik. Salah satu aspek penting dalam penataan kawasan outdoor recreation adalah pola penempatan pohon. Penempatan pohon sebaiknya mempertimbangkan model arsitektur dan fungsinya. Penelitian dilakukan di kawasan wisata Monumen Yogya Kembali Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah inventarisasi, identifikasi, dan interview/wawancara. Prosedur pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menginventarisasi jenis pohon; identifikasi jenis pohon dan model arsitektur; wawancara guna mendapatkan data pendukung; evaluasi terhadap penempatan pohon menurut model dan fungsi masing-masing jenis pada suatu area. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa terdapat 36 jenis pohon di kawasan Momunen Yogya Kembali. Jenis-jenis pohon tersebut memiliki model arsitektur: Attim, Aubreville, Champagnat, Corner, Kwan Koriba, Rauh, Roux, Scarrone, Troll, Leeuwenberg, dan Massart. Penempatan pohon di kawasan Monumen Yogya Kembali sudah cukup sesuai dan serasi. Namun demikian, masih terdapat beberapa hal yang disarankan berupa: penggantian pohon, penambahan, pemanfaatan ruang vertikal, dan ritme jarak tanam pohon.
Recreation is classifficated into two categorize those are 1). Outdoor recreation and 2). Indoor recreation. Outdoor recreation is believed has more benefit than indoor recreation, despite of it having new experience, giving healthy, and also getting skilled. Optimizing of outdoor recreation need goodly space sttlement. One of important aspect on that is trees placement pattern. Trees placement should consider architectureal model and its function. Research was conducted on Monument Yogya Kembali Yogyakarta. The method used are inventaritation, identification, and interview. Research procedural was conducted by inventaritation trees species; indentification of trees species and architectural model, interview to get data; evaluation base on trees species and its function. The observation result on field showed 36 trees species on Monument Yogya Kembali. The trees species have 11 architectural models, those are Attim, Aubreville, Champagnat, Corner, Kwan Koriba, Rauh, Roux, Scarrone, Troll, Leewenberg, and Massart. Trees replacement on Monument Yogya Kembali have been appropriate and harmonious, but there are some recomendations, those are: placement, optimalization vertical space, and planting pattern.
Kata Kunci : arsitektur pohon, kawasan wisata, outdoor recreation, Monumen Yogya Kembali