ANALISIS PENCURIAN KAYU DI HUTAN RAKYAT DUSUN PANARANGAN, DESA KEBLUKAN, KECAMATAN KALORAN, KABUPATEN TEMANGGUNG
MINAT LEKSONO, Djuwadi
2011 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan rakyat adalah hutan yang dikelola oleh rakyat di atas lahan milik oleh masyarakat sebagai salah satu usaha ekonomi. Interaksi antara masyarakat dan hutan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, yang menjadi permasalahan adalah jika bentuk-bentuk interaksi tersebut merugikan atau dianggap merugikan bagi salah satu pihak. Sebagai contohnya adalah pencurian kayu di hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kayu yang hilang, persebaran pencurian, trend waktu pencurian, model pencurian, faktor pencurian dan bagaimana upaya kelompok tani dalam menanggulangi masalah pencurian kayu. Penelitian ini menggunakan metode dasar survei. Pengambilan data diperoleh dengan cara wawancara terhadap responden dan observasi di lapangan, sedangkan analisis data dengan cara deskriptif yang selanjutnya dijabarkan dalam bentuk tabulasi sederhana. Penelitian ini dilakukan di Dusun Panarangan, Kecamatan kaloran, Kabupaten Temanggung. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa total volume kayu yang hilang selama tiga tahun sebesar 31,706 m³. Persebaran pencurian menggerombol, hanya di lokasi yang jauh dari pemukiman dan dekat dengan jalan, pencurian meningkat ketika menginjak tahun ajaran baru dan hari raya. Faktor-faktor yang menyebabkan pencurian adalah ketersediaan tempat pengumpulan kayu (depo) di sekitarnya, kurangnya tingkat keamanan, dan letak geografis. Model pencurian kayu di Dusun Panarangan ada dua macam. Pertama, berdasarkan jumlah pelaku dibagi menjadi dua yaitu pencurian individual dan pencurian kelompok. Kedua, berdasarkan ukuran pohon yang dicuri dibagi menjadi dua yaitu pencurian kayu perkakas dan pencurian kayu bakar. Usaha yang dilakukan kelompok tani untuk mengurangi tingkat pencurian yaitu dengan merencanakan membangun portal dan meningkatkan keamanan.
Community forests are forests that are managed by local people on the private land as one of economic enterprises. Interaction between people and forests can occur in various forms, the problem is if other forms of interaction are detrimental to either party. As an example is the theft of timber in community forests. This study aims to determine the number of lost timber caused by theft, the spread of theft, time trends of theft, factors, model of theft and how the theft of farm group's efforts in tackling the problem of timber theft. This study uses the basic method of survey. The data collection is obtained from interview and field observation. While the descriptive analysis of data in ways that further elaborated in the form of a simple tabulation. This research was conducted in Panarangan Village, Kaloran District, Temanggung Regency. Based on research result shows that the total volume of timber loss are 31.706 m³. Theft cases are found only in the location that is far from settlements and close to the road, theft increased when stepping on the new school year and holidays. There are two kinds of woods theft method in Panarangan Country Side. First, based on the number of the subyek its divided inti individual theft and in group theft. Second, based on the size of the stolen trees, there are tools woods theft and firewoods theft. The factors that led to theft is the availability of the plant, lack of security level, geographic location, To solving this problem, farmers' groups make a planning to build portals and increased security.
Kata Kunci : hutan rakyat dan pencurian.