UPAYA KOMUNIKASI PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAKSANAAN PROGRAM LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) UNTUK MENCEGAH ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN SLEMAN
PAKSI MEI PENGGALIH, Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni; Ir. F. Trisakti Haryadi, M.Si.,Ph.D.
2018 | Tesis | MAGISTER PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNANINTISARI Tingginya angka alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Sleman masih menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Untuk menyikapi hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman melaksanakan Program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). LP2B merupakan sebuah program nasional yang bertujuan untuk mencegah alih fungsi lahan pertanian dengan cara mencetak lahan pertanian abadi selama 20 tahun untuk menopang ketahanan pangan nasional. Dalam pelaksanaan Program LP2B, komunikasi antar aktor pelaksana menjadi salah satu komponen yang sangat penting untuk mendukung tercapainya tujuan program. Berangkat dari fakta tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program LP2B untuk mencegah alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk tujuan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima instansi pemerintah di Kabupaten Sleman yaitu (1) Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan; (2) Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, (3) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, (4) Badan Pertanahan Nasional, dan (5) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya komunikasi yang dilakukan oleh antar instansi pelaksana Program LP2B adalah berupa komunikasi organisasi dengan arah vertikal maupun horizontal dengan fungsi instruktif, regulatif, konsultatif, dan transaksional sedangkan upaya komunikasi yang dilakukan oleh institusi pelaksana Program LP2B dengan petani adalah berupa komunikasi partisipatif. Kata kunci: komunikasi, alih fungsi lahan pertanian, LP2B
ABSTRACT The high number of agricultural land conversion in Sleman Regency is one of the issues that need serious attention. To address it, Sleman Regency Regional Government is implementing the Sustainable Food Agriculture Land Program (LP2B). LP2B is a national program that aims to prevent the conversion of agricultural land by establishing perennial agricultural land for 20 years to support national food security. In implementing the LP2B Program, communication between implementing actors becomes something very important component to support the reach the program objectives. Based on this fact, the aim of this research was to determine how communication efforts carried out by local governments in implementing the LP2B Program to prevent the conversion of agricultural land in Sleman Regency was. This research used qualitative methods for descriptive purposes. The subjects in this study consisted of five government agencies in Sleman Regency, they were (1) Department of Agriculture, Food, and Fisheries; (2) Department of Land and Spatial Planning, (3) Department of Integrated Licensing and Investment Services, (4) National Land Agency, and (5) Regional Development Planning Agency. The data collection technique was done by observation, interview, and documentation. The data sources used primary and secondary data. The results showed that communication efforts carried out between the implementing agencies of the LP2B Program were organizational communication with vertical and horizontal directions with instructive, regulative, consultative and transactional functions, while the communication efforts carried out by implementing institutions of the LP2B Program with farmers was participatory communication. Keywords: communication, conversion of agricultural land, LP2B
Kata Kunci : komunikasi, alih fungsi lahan pertanian, LP2B