ANALISIS KETIMPANGAN WILAYAH ANTARKABUPATEN/KOTA DI KAWASAN SUBOSUKAWONOSRATEN TAHUN 2001-2016
YETTI ANITA SARI, Agricultural Sector, Entrophy Theil Index, Industry Sector, Regional Disparity,
2018 | Tesis | MAGISTER GEOGRAFIKetimpangan wilayah merupakan masalah yang sering dijumpai saat ini. Perbedaan potensi daerah memicu timbulnya ketimpangan antar wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah a) mengalisis tipologi wilayah kabupaten/kota di Kawasan Subosukawonosraten tahun 2001-2016, b) menganalisis ketimpangan wilayah di Kawasan Subosukawonosraten tahun 2001-2016, c) menganalisis faktor yang mempengaruhi ketimpangan wilayah di Kawasan Subosukawonosraten. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data skunder yang berasal dari BPS. Teknik analisis yang digunakan adalah indeks entropi theil, tipologi klassen dan analisis regresi data panel. Hasil dari penelitian ini adalah a) Klasifikasi wilayah menggunakan tipologi klassen di Kawasan Subosukawonosraten terbagi menjadi wilayah cepat maju dan cepat tumbuh, wilayah berkembang cepat, dan wilayah tertinggal. Berdasarkan tipologi klassen bahwa Kota Surakarta berada pada kelompok wilayah cepat maju dan cepat tumbuh; Kabupaten Boyolali, Wonogiri dan Klaten berada pada kelompok wilayah tertinggal; Kabupaten Sragen dan Karanganyar tergolong ke dalam kategori wilayah cepat berkembang, b) Ketimpangan di Kawasan Subosukawonosraten mengalami kenaikan selama tahun 2001-2016. Ditunjukkan oleh hasil nilai total indeks theil yaitu tahun 2001 sebesar 8,8133 menjadi 12,4879 di tahun 2016; c) Hasil dari analisis regresi model fixed effect dengan Weighted Least Squares adalah kontribusi sektor industri dan sektor pertanian berpengaruh negatif secara signifikan terhadap ketimpangan wilayah. APS umur 16-18 tahun, angka keluhan kesehatan (morbiditas), dan pertumbuhan penduduk berpengaruh positif secara signifikan terhadap ketimpangan wilayah.
Regional disparity were a common problem today. Different regional potentials result in disparity between regions. This study aims to a) to classify the regions in Subosukawonosraten, b) analyze regional disparity in Subosukwonosraten region during 2001-2016, c) to determine factors that affect regional disparity in Subosukawonosraten. Analysis technic used in this study were entrophi theil index, klassen typology, and panel data regression. Classify region using Klassen tipology analysis result that Subosukawonosraten divided in three categories: rapid growth region, growing region and underdeveloped region.Based on klassen typology, Surakarta municipality was a group of rapid growth region; Karanganyar and Sragen were a group of growing region; Boyolali, Klaten, and Wonogiri were group of underdeveloped region. The result showed that regional disparity in Subosukawonosraten tend to increase during 2001-2016. Showed by the results of the total theil index in 2001 was 8.8133 to 12.4879 in 2016. The results of panel data regression fixed effect with Weighted Least Squares were share indsutry sector and share agriculture sector have the negative and significant impact on regional disparity. Enrolment rate, morbidity, and population growth have the positive and significant impact on regional disparity.
Kata Kunci : Indeks Entropi Theil, Ketimpangan Wilayah, Sektor Industri, Sektor Pertanian