DAYA TRUBUS TANAMAN INDUK KEBUN PANGKAS GAHARU (Aquillaria malaccensis Lamk.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KANDANG
AZIZ AKBAR MUKASYAF, Daryono Prehaten, Widaryanti Wahyu Winarni
2012 | Skripsi | S1 KEHUTANANAquillaria malaccensis merupakan salah satu tanaman penghasil gaharu yang memiliki nilai komersial tinggi yang saat ini populasinya menurun akibat penebangan liar di habitat aslinya. Salah satu upaya untuk menanggulangi penurunan populasi tersebut adalah melalui penyediaan bibit dengan perbanyakan vegetatif berupa kebun pangkas dan penyediaan unsur hara yang cukup bagi tanaman induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran tinggi semai dan pemupukan terhadap daya trubus dan pertumbuhan tunas A. malaccensis sebagai tanaman induk kebun pangkas. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Silvikultur Intensif, Bagian Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, di Klebengan, Yogyakarta selama 4 bulan mulai Oktober 2011 hingga Maret 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD). Perlakuan yang digunakan ada 2 macam yaitu ukuran semai A. malaccensis (0-10 cm, 11-20 cm, dan 21-30 cm) dan perbandingan media tanah dengan pupuk kandang (1:1, 1:0, dan 2:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Semakin tinggi ukuran semai maka jumlah trubusan yang dihasilkan semakin banyak, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang tunas kebun pangkas A. malaccensis. Ukuran tinggi semai 21-30 cm mempunyai jumlah trubusan sebanyak 2,67 trubusan dan panjang tunas 6,42 cm dibanding ukuran tinggi 0-10 cm yang mempunyai jumlah trubusan sebanyak 1,08 trubusan dan panjang tunas 5,62 cm, 2). Variasi perbandingan media tanah dan pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tunas dan daya trubus tanaman induk kebun pangkas A. malaccensis.
Aquillaria malaccensis is one of agarwood producing plants with high commercial value whose population is declining due to illegal logging in their natural habitat. One effort to overcome the population decline is by vegetative propagation involving hedge orchard and provision of sufficient nutrients for parental plants. This study aims to determine the effect of seedling height and fertilizer on the sprouting and shoot growth of A. malaccensis, as parental hedge orchard. This research was conducted at Intensive Silviculture Laboratory, Department of Silviculture, Faculty of Forestry, Universitas Gadjah Mada, in Klebengan, Yogyakarta during 4 months since October 2011 until March 2012. Research design was using Randomized Complete Block Design (RCBD). There were 2 treatments which are seedling height (0-10 cm, 11-20 cm and 21-30 cm) and dosage (in ratio)with manure fertilizer to soil (1:1, 1:0 and 2:1). The result of the research showed that : 1). The higher of seedling’s height means more amount of sprouting production, although there is no significant effect on the growth of shoots in A. malaccensis as a hedge orchard. Seedlings with 21-30 cm height produce 2.67 shoots and 6.42 cm length compared to seedlings with 1-10 cm height which have 1.08 shoots and 5.62 cm length, 2). the variation ratio of manure to soil have no significant effect on sprouting ability and shoots growth of A. malaccensis as a hedge orchard.
Kata Kunci : Aquillaria malaccensis, Daya trubus, Kebun pangkas, Pupuk kandang.