DAYA DUKUNG KAWASAN WISATA ALAM GUNUNG API PURBA NGLANGGERAN, PATUK, GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DRAJAT DWI HARTONO, Kaharuddin
2012 | Skripsi | S1 KEHUTANANMinat wisatawan untuk mengunjungi tempat tujuan wisata yang menawarkan interaksi langsung dengan alam semakin meningkat. Kawasan Wisata Alam Gunung Api Purba Nglanggeran (KWA GAPN), Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang menawarkan hal tersebut. Jumlah wisatawan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan rerata pertumbuhan 18,3 % per tahun sejak tahun 2001. Aktifitas wisatawan berupa piknik, kemah dan panjat tebing telah menimbulkan beberapa dampak negatif terhadap kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besar daya dukung yang dimiliki oleh KWA GAPN. Pengambilan responden wisatawan menggunakan metode cluster sampling sesuai jenis aktifitas masing-masing. Informasi yang diperoleh dari wisatawan adalah profil, kegiatan wisata serta pendapat wisatawan setelah kunjungan wisata. Luas area aktivitas wisatawan diukur pada setiap lokasi yang digunakan untuk beraktivitas. Penentuan daya dukung menggunakan rumus daya dukung fisik yang diperkenalkan oleh Cifuentes yaitu membandingkan luas area efektif dengan kebutuhan area tiap individu untuk berwisata serta faktor rotasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung KWA GAPN untuk aktivitas kemah sebesar 296 orang per hari, piknik 696 orang per hari dan panjat tebing 80 orang per hari. Total daya dukung fisik yang dimiliki kawasan ini adalah 1.072 orang per hari. Jumlah kunjungan wisatawan selama tiga tahun terakhir masih di bawah batas daya dukung fisik yang dimiliki oleh kawasan yaitu 275 wisatawan per hari. Di dalam penerapannya besar daya dukung tersebut masih memerlukan pertimbangan beberapa faktor koreksi berupa variabel biofisik, lingkungan, ekologi, sosial, dan manajemen kawasan agar kelestarian sumber daya alam di kawasan tetap terjaga.
An increasing number of visitors who are interested in visiting nature tourist destination has made Gunung Api Purba Nglanggeran Nature Park, Patuk, Gunungkidul, become one tourist destination in Yogyakarta. The number of visitors has been increasing with average growth of 18.3% per year since 2001. Visitors activities have led to some negative impact on this site. This research aims to determine the number of visitors that could be tolerate by site per days. Cluster sampling method according used to get informations from visitors based on the type of their activities. Informations obtained are visitors profile, activities and the opinion to their recreation experience. The area of recreation is measured at each location that used by visitors. Determination of carrying capacity using the physical carrying capacity formula introduced by Cifuentes that compares the area effectively to the space requirement each visito a day and rotation factor. The results showed that carrying capacity to camping activity should be under 296 visitors per day, picnic 696 visitors per day and climbing 80 visitors per day. The total of the physical carrying capacity is 1,072 visitors per day. The number of visitors during the last three years has been under the physical carrying capacity which is 275 visitors per day. In the development plan requires consideration from several variable factors such as biophysical, environmental, ecological, social, and management area to keep the natural resources sustainability.
Kata Kunci : Daya Dukung, kemah, piknik, panjat tebing