SISTEM PENGORGANISASIAN DALAM AGROFORESTRI HERBAL DI DUSUN GEDONG, DESA PURWOSARI, KECAMATAN GIRIMULYO, KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SANS EVA CLARA SHINTA, Wahyu Tri Widayanti
2012 | Skripsi | S1 KEHUTANANKeberadaan hutan rakyat dengan pola agroforestri herbal memegang peranan penting bagi masyarakat di Dusun Gedong. Dalam penelitian ini terdapat tiga tujuan, yaitu untuk mengetahui : (1) sumberdaya alam yang digunakan dalam agroforestri herbal, (2) alokasi sumberdaya manusia yang terlibat dalam agroforestri herbal, (3) pengorganisasian agroforstri herbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yaitu dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Metode analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga sumberdaya alam yang gunakan dalam agroforestri herbal, yaitu : lahan berupa tegalan dan pekarangan, musim yaitu musim mareng, penghujan dan kemarau, dan vegetasi meliputi tanaman kayu, tanaman pangan, tanaman perkebunan, hijauan pakan ternak (HPT) dan tanaman herbal. Pengelolaan agroforestri herbal ditingkat keluarga dikerjakan oleh suami dan istri pada setiap kegiatan persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pemasaran, tenaga lain yang terlibat adalah anak pada kegiatan penanaman, pemupukan, pemanenan dan buruh pada kegiatan pemanenan. Pengelolaan agroforestri herbal dapat berlangsung dengan baik apabila pemanfaatan sumberdaya alam berupa lahan musim dan vegetasi dilakukan secara bijak dengan mengalokasikan sumberdaya manusia (suami, istri, anak dan buruh) pada kegiatan persiapan lahan hingga pemasaran secara tepat. Alur pemasaran herbal berawal dari petani (produsen) dijual ke pengepul, pengepul menjual herbal jenis kapulaga yang sudah dikeringkan ke industri obat di Purworejo, pengepul juga menjual herbal ke Pasar Kenteng yang kemudian dibeli oleh tengkulak dari Pasar Bringharjo dan Pasar Godean, herbal dari Pasar Bringharjo di pasarkan kembali ke Pasar tingkat Kabupaten di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah, herbal dari Pasar Godean di pasarkan kembali ke Pasar – pasar di sekitar Kecamatan Godean. Melalui Pasar – Pasar tersebut herbal dapat langsung dibeli oleh konsumen.
The presence of forests with agroforestry patterns herbs take an important role for people in the Gedong backwoods. In this study there are three objectives, knowly to determine: (1) natural resources are used in herbal agroforestry, (2) the allocation of human resources involved in agroforestry herbs, (3) organization agroforstry herbs. This study used a qualitative approach with case studies, focusing on an intensive and detailed case. In this study, data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation study. Methods of data analysis performed with data reduction, presentation of data, drawing conclusions and verification. The results showed that there are three natural resource use in agroforestry herbs, there are : Land of moor and yards, season is mareng, the rainy and dry seasons, and vegetation cover timber crops, food crops, plantation crops, Feed Livestock Forage (FLF) and herbal plants. Herbal agroforestry management level is doing by the family, husband and wife in each of the activities of land preparation, planting, maintenance, harvesting and marketing, other personnel involved is their child in planting, fertilizing, harvesting and labor in harvesting activities. Herbal agroforestry management can take place either when the use of natural resources in the form of land and vegetation season is done wisely to allocate human resources (husband, wife, children and labor) on site preparation activities to marketing appropriately. The herbal marketing begins with farmers (producers) are sold to collectors, collectors sell herbal types of cardamom is dried to the drug industry in Purworejo, collectors also sells herbs to the market which was later bought by Kenteng merchants market and merchants in Bringharjo Godean markets, herbal in market Bringharjo marketed back to the District in Yogyakarta and Central Java, herbs from market Godean marketed back to the markets around the Godean District. Through from the herbs market can be purchased directly by consumers.
Kata Kunci : pengorganisasian, agroforestri, herbal.