Laporkan Masalah

UJI KETURUNAN “HALF-SIB” Shorea pinanga Scheff SELAMA 1 TAHUN DI PERHUTANI KPH KEDU UTARA

Agung Sulistyo Nugroho, Sapto Indrioko, Widiyatno

2012 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Hutan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sebagai penghasil kayu, namun seiring berkembangnya zaman produktivitasnya menurun. Pemuliaan pohon merupakan salah satu program untuk meningkatkan produktivitas hutan. S. pinanga dapat menghasilkan kayu dan buah tengkawang. Oleh karena itu, uji keturunan digunakan untuk memperoleh indukan yang superior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adaptasi tanaman, variasi pertumbuhan tanaman, dan parameter genetik tanaman. Pertanaman uji keturunan S. pinanga terletak di Petak 12 BKPH Candiroto KPH Kedu Utara. Bahan yang digunakan yaitu famili S. pinanga yang berasal dari Kalimantan dan Carita. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok dengan bentuk plot baris, 45 famili sebagai perlakuan, 5 blok sebagai ulangan, dan tiap seedlot terdiri dari 3 treeplot, dengan jarak tanam 3×3 m. Kemampuan adaptasi dari S. pinanga rendah (persen hidup tanaman 49,33%). Terdapat variasi genetik untuk pertumbuhan diameter batang. Famili yang memiliki pertumbuhan tinggi terbaik adalah K.Sp 58, K.Sp 23 dan K.Sp 08, dan untuk pertumbuhan diameter batang adalah K.Sp 08, K.Sp 25 dan K.Sp 05. Heritabilitas individu untuk pertumbuhan diameter batang 0,059 dan heritabilitas famili sebesar 0,35. Nilai heritabilitas tersebut menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan lebih besar dibanding pengaruh genetik. Korelasi genetik antara pertumbuhan tinggi dan diameter batang (-) 0,42 menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi tanaman tidak diikuti pertumbuhan diameter tanaman.

Forest has an important role in human life mainly for timber, but the productivity of natural forest tends to decrease. Tree improvement is one of the achievement programs in order to improve forest productivity. Shorea pinanga is explored for timber and tengkawang fruit production. Therefore progeny test of this species is essensial to obtain superior families. This research was aimed to know the adaptability, variation of plant growth, and genetic parameter. The progeny test has been established in compartment no. 12 Candiroto Sub District, Kedu Utara District. This research was carried out using families from Borneo and Carita. The design was Randomized Complete Blok Design with lines plot, 45 families as treatment, with 5 blocks as replication and 3 treeplots for every seedlot. The initial spacing was 3m×3m. The adaptability of S. Pinanga was low (49.33% of survived rate). It showed genetic variation of strem diameter growth. The best height growth was obtained by families of K.Sp 58, K.Sp 23 and K.Sp 08, and the best stem diameter growth was obtained by families of K.Sp 08, K.Sp 25 and K.Sp 05. The individu heritability for stem diameter growth was 0.059 and family heritability was 0.35. It indicated that enviromental factor supports greater influences than genetic factor. The genetic correlation between heigth and diameter was (-) 0,42. It indicated that height growth was not followed by stem diameter growth.

Kata Kunci : Shorea pinanga, uji keturunan, variasi genetik, heritabilitas, korelasi genetik.

  1. S1-2012-270210-abstract.pdf  
  2. S1-2012-270210-bibliography.pdf  
  3. S1-2012-270210-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2012-270210-title.pdf