PENILAIAN KESEHATAN KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN MELALUI AKUNTING SUMBER DAYA HUTAN DI KPH KEBONHARJO
DIAN AFRI RAMADHAN, Agus Affianto
2012 | Skripsi | S1 KEHUTANANPerum Perhutani dituntut untuk dapat mewujudkan azas kelestarian hutan dan azas kelestarian perusahaan. Nilai tegakan (standing stock) yang dimiliki perlu digambarkan untuk mengetahui kesehatan dan kelestarian perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend potensi sumber daya hutan, trend nilai tegakan, kelestarian usaha selama dua jangka terakhir serta menentukan tipologi KPH Kebonharjo. Penelitian ini menggunakan data inventarisasi hutan tahun 1997 dan 2007. Tahapan prosedur penelitian meliputi penyusunan neraca luas tegakan, neraca volume tegakan, neraca nilai moneter tegakan, dan neraca perusahaan integratif. Penentuan nilai tegakan menggunakan pendekatan cost value method atau nilai setara biaya pokok. Tipologi KPH ditentukan berdasarkan hasil integrasi neraca nilai tegakan ke neraca perusahaan hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumber daya hutan dan nilai tegakan jati KPH Kebonharjo tahun 1997-2007 mengalami kecenderungan menurun. Luas tegakan jati mengalami penurunan sebesar 2.325,80 Ha; volume tegakan jati mengalami penurunan sebesar 236.377,88 m3, sedangkan nilai tegakan mengalami penurunan sebesar Rp 145,20 Milyar selama sepuluh tahun tersebut. Integrasi neraca nilai tegakan ke dalam neraca pengusahaan hutan tahun 2007 menunjukkan KPH Kebonharjo mengalami kerugian sebesar Rp 19,36 Milyar. Oleh karena itu, KPH Kebonharjo termasuk tipe KPH tidak sehat. Dengan demikian, integrasi nilai tegakan ke dalam pengusahaan hutan dapat digunakan untuk penilaian kesehatan KPH.
Perum Perhutani is required to realize sustained-yield principle and sustained-company principle. Stumpage value needs to be described to know the health and sustainability of the company. This research aim are to know the trend of forest resource potency, the trend of stumpage value, the company’s sustainability along two last period and to determine the typology of KPH Kebonharjo. This research use forest inventory data at 1997 and 2007. The procedures are arranged the balance sheet of stumpage area, stumpage volume, monetary value, and integrative corporate. Determination of stumpage value used cost value method approach. The typology of KPH was determined based on the result off integration of balance sheet of stumpage value to the balance sheet business. The results showed that the forest resource potency and stumpage value of teak in KPH Kebonharjo decreased between 1997 until 2007. The area decreased 2.325,80 Ha; volume decreased 236.377,88 m3; while stumpage value decreased Rp 145,20 billion along the ten years. Integration of stumpage value balance sheet to forest business balance sheet at 2007 showed that KPH Kebonharjo have loss Rp 19,36 billion. Therefore, KPH Kebonharjo was included unhealthy KPH. This research concluded that integration of stumpage value into forest business balance can be used for health assessment of KPH.
Kata Kunci : KPH, potensi hutan, nilai tegakan, kelestarian hutan