Hubungan antara Motivasi Berprestasi dan Kesejahteraan Subjektif pada Remaja
A.G. PRISAMBODO N., Yuli Fajar Susetyo S.Psi., M.si., Psikolog
2018 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIKesejahteraan subjektif adalah faktor pendorong dalam kehidupan, terutama bagi siswa yang sedang dalam masa remaja. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan subjektif siswa adalah motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi adalah suatu dorongan bagi siswa untuk menjadi lebih baik dan menguasai pelajaran yang didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara motivasi berprestasi dan kesejahteraan subjektif pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana peneliti mengadakan survey kepada 190 siswa SMA di Boyolali. penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Product moment, dengan hasil koefisien korelasinya 0,596 (N=190), yang artinya, terdapat hubungan signifikan antara motivasi berprestasi dengan kesejahteraan subjektif. lebih lanjut lagi, motivasi berprestasi memberikan sumbangan efektif sebesar 35% terhadap kesejahteraan subjektif.
Subjective well-being is important for life. There are many factors that could affect subjective well-being, one of the example is achievement motivation. Achievement motivation is a force which makes people better and master a subject. This research aim to understand relationship between achievement motivation and subjective well -being in Teenager. This research use Quantitative method, in which researcher hold a survey to 190 High school students. Result is derived from Correlative Test using Pearson product moment. Result of correlation coefficient is 0,596 (N=190),Which means there are significant relation between achievement motivation an subjective well-being. Moreover, achievement motivation gives 35% more effect to subjective well-being.
Kata Kunci : motivasi berprestasi, kesejahteraan subjektif