Komposisi Jenis Pohon Penyusun Pekarangan dan Tegalan di Dusun Butuh, Desa Bawukan, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten
DYAH PRAKASITA A, Ir. Adriana, M.P. ; Drs. Wiyono, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengelolaan lahan dengan agroforestri merupakan sistem penggunaan lahan yang mudah diadaptasi. Bentuk agroforestri yang umum digunakan oleh masyarakat dapat berupa pekarangan dan tegalan. Kondisi pekarangan dan tegalan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karakteristik yang terdapat dalam pekarangan dan tegalan ditemukan berbagai jenis tumbuhan, baik penghasil buah maupun penghasil kayu. Pekarangan dan tegalan sudah dikelola, namun hasil yang diperoleh belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis pohon baik pekarangan maupun tegalan, dan tindakan silvikultur yang dilakukan pada pekarangan dan tegalan. Pengambilan data dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan dengan metode purposive sampling berdasarkan luasan. Petak ukur yang dibuat berjumlah 18 dengan ketentuan sebagai berikut : Luasan 1 (luas pemilikan lahan lebih dari 900 m2), Luasan 2 (luas pemilikan lahan antara 700-900 m2) dan Luasan 3 (luas pemilikan lahan kurang dari 700 m2), kemudian pada setiap luasan diambil sampel sebanyak 3 pada pekarangan maupun tegalan, dan menginventarisasi seluruh pohon yang berada didalam sampel. Analisis data yang dilakukan dengan penghitungan Indeks Nilai Penting Pohon (INP) dan Indeks Keanekaragaman. Komposisi jenis pohon pada ketiga luasan pekarangan dan tegalan Dusun Butuh ditemukan 14 Famili dan 23 jenis pohon. Jenis pohon dengan jumlah terbanyak yang ditemukan pada lokasi ini yaitu Swietenia macrophylla. Berdasarkan hasil penelitian pekarangan didominasi oleh tanaman buah, sedangkan pada tegalan didominasi oleh tanaman penghasil kayu. Teknik pengelolaan yang dilakukan pada pekarangan menggunakan pola tanam acak, sedangkan pada tegalan mempunyai jarak tanam teratur. Tindakan silvikultur yang dilakukan yaitu dimulai dengan penyiangan lahan berupa menebang pohon dan membersihkan tumbuhan liar dibawah tegakan pohon. Setelah lahan bersih kemudian tanah digemburkan. Pemanenan pohon dengan menggunakan metode tebang butuh. Permudaan alam yang dilakukan secara buatan yaitu dengan membeli bibit. Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan memberikan pestisida, dan eradikasi.
Land management using agroforestry is an easily adaptable system of land utilization. The common form of agroforestry used by the society can be in the form of home garden or forest garden. The home gardens and forest gardens condition is utilized by the society to fulfil their life needs. The characteristics of plants in the home gardens and forest gardens consists of various types, some produce fruits others produce timber. Home gardens and forest gardens have been managed, but the results are not yet optimal. This research aims to determine the composition of tree types both in home gardens and forest gardens, and silviculture actions taken in the home gardens and forest gardens. Data collection was conducted by means of direct observation in the field using a purposive sampling method based on field size. Plot measurement is made into 18 with the following conditions: Size 1 (plot size of more than 900 m2); Size 2 (plot size between 700-900 m2); and Size 3 (plot size of less than 700 m2), from each plot size, 3 samples were taken, both from the home gardens and the forest gardens, and make an inventory of all plants within the samples. Data analysis was conducted by means of calculating the trees importance value index (INP) and diversity index. The composition of tree types in the three sizes of the home gardens and forest gardens in Butuh village consists of 14 tree families and 23 tree types. The most numerous tree type found in the location is Swietenia macrophylla. The research results show that the home gardens are dominated by fruit trees, whereas the forest gardens are dominated with timber-producing trees. The management technique performed in the home gardens is random planting, whereas in the forest gardens, a more regular planting interval is applied. The silviculture action taken is by weeding the areas under the tree stands. When the plots are clear, the soil is loosened. Tree harvesting is performed using the harvest reap by need method. Natural rejuvenation that was performed artificially was by using purchased seeds. Pest control actions taken include applying pesticides and performing eradication.
Kata Kunci : Pekarangan, Tegalan, Komposisi Jenis, Tindakan Silvikultur.;Home Gardens, Forest Gardens, Type Composition, Silviculture Actions