Mekanisme Adaptasi Perilaku dalam Ruang Showroom pada Bangunan Hunian-Usaha di Desa Wisata Kerajinan Bambu Brajan, Yogyakarta
LAKSINTA DARA S, Prof. Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D.
2018 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURMasuknya kegiatan dagang dalam sebuah hunian disikapi secara berbeda oleh pemilik rumah di Desa Wisata Kerajinan Bambu Brajan, yaitu dengan memisahkan atau dengan mencampur ruang hunian dengan ruang dagang. Rumah tinggal yang awalnya hanya berfungsi sebagai hunian, kini bertambah fungsi usaha di dalamnya. Kondisi hunian yang bersifat privat, kemudian berubah menjadi ruang publik, menyebabkan pengunjung ruang showroom bebas masuk ke dalam ruang hunian. Hal tersebut menjadi stressor bagi pemilik rumah showroom. Ruang showroom yang dimiliki tidak bisa menampung seluruh kebutuhan untuk kegiatan showroom, sehingga pemilik rumah harus melakukan berbagai mekanisme adaptasi agar dapat mempertahankan keberadaan ruang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan mekanisme adaptasi perilaku yang terjadi dalam ruang showroom pada bangunan hunian-usaha yang terdapat di desa wisata kerajinan bambu Dusun Brajan, Sendangagung, Yogyakarta dalam menghadapi stressor berupa kesesakan ruang. Penelitian menggunakan metode deduktif-kualitatif, didukung dengan metode pengumpulan data menggunakan studi literatur untuk menentukan teori-teori terkait, observasi untuk mengetahui kondisi di lapangan yaitu di Dusun Brajan dan place centered mapping untuk mengetahu pergerakan dan perpindahan barang dan pengguna dalam ruang showroom ketika mengatasi terjadinya kesesakan ruang. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 3 mekanisme adaptasi perilaku yang dilakukan, (1) adaptation by adjustment, dengan cara menggeser perabot, memberi sekat/tirai pada dinding dan membentangkan tikar. (2) adaptation by reaction, menutup pintu ke ruang privat dan menghalangi akses dengan gesture badan. (3) adaptation by withdrawl, berpindah tempat aktivitas dan menjauhkan hunian dari ruang showroom. Faktornya adalah kurangnya luasan lahan, privasi hunian, keamanan, kenyamanan gerak, ekonomi, kebersihan, kesehatan dan kebutuhan sosial.
The entry of trade activities in housing area is responded differently by building's owners in Brajan bamboo crafts village, that is by separating or by mixing the housing space with the trade area. Housing space, which is private, turn into public space. Showroom's visitors are free to enter the housing space. It can be a stressor for owners. The showroom cannot accommodate all the needs for showroom's activities, so owners have to do adaptation mechanisms in order to maintain the existence of the space. The research aims to explain the mechanism of behavioral adaptation which occurs in the showroom of housing-business buildings found in the Brajan bamboo craft village, Yogyakarta, to solve the room's density. This research used deductive-qualitative method, supported by literature study to determine the related theories, observation and place centered mapping method to find out the movement of the showroom's owners when doing the adaptation mechanisms. The result of this research is found the mechanisms of behavioral adaptation, (1) adaptation by adjustment : shifting furniture, blocking curtain on the wall and putting up the mat , (2) by reaction : closing the door to private space and blocking access with the body gesture and (3) by withdrawl : move activities and keep occupancy away from showroom. The factors are lacking of land area, privacy of occupancy, security, mobility, economy, cleanliness, health and social needs.
Kata Kunci : desa wisata, ruang, mekanisme, adaptasi perilaku, showroom