Laporkan Masalah

EVALUASI DAMPAK KEBIJAKAN SISTEM ZONASI PPDB TERHADAP JARAK TEMPAT TINGGAL DAN BIAYA TRANSPORTASI PELAJAR SMA DI DIY

JATI PRASETYO, Prof. Catur Sugiyanto, M.A., Ph.D.

2018 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diberlakukan secara penuh pada tahun 2018 sesuai Permendikbud No 14 Tahun 2018 adalah salah satu kebijakan pemerintah di bidang pendidikan yang berdampak cukup luas di masyarakat. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah pemerataan dan keadilan akses layanan pendidikan. Untuk mengetahui keberhasilan dan dampak dari kebijakan ini, perlu dilakukan evaluasi berdasarkan analisis fakta dan bukti secara empiris. Evaluasi dampak kebijakan dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kebijakan diberlakukan. Variabel yang dipilih sebagai indikator untuk mengukur keberhasilan dan dampak dari kebijakan ini adalah jarak antara tempat tinggal dengan sekolah dan biaya transportasi yang dikeluarkan pelajar, sementara yang menjadi objek penelitian adalah pelajar jenjang SMA di wilayah DIY. Secara spesifik tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak kebijakan sistem zonasi dalam PPDB terhadap jarak tempat tinggal dengan sekolah dan biaya transportasi yang dikeluarkan pelajar SMA di wilayah DIY. Hasil penelitian membuktikan secara empiris bahwa rata-rata jarak tempat tinggal dengan sekolah dan biaya transportasi pelajar SMA di DIY mengalami penurunan signifikan setelah diberlakukannya kebijakan sistem zonasi dalam PPDB. Hal itu berarti bahwa kebijakan ini bisa dikatakan telah berhasil mencapai tujuannya dan berdampak positif bagi masyarakat. Temuan lainnya dalam penelitian adalah waktu tempuh perjalanan pulang pergi pelajar juga diperkirakan berkurang sehingga secara teori kebijakan ini juga berdampak mengurangi kemacetan. Keterbatasan utama penelitian adalah kurangnya literatur dan penelitian terdahulu di Indonesia dan ketersediaan data yang masih mentah. Implikasi dari penelitian yaitu rekomendasi berdasarkan hasil penelitian kepada pemerintah untuk melanjutkan kebijakan ini, mempromosikan moda transportasi umum serta moda transportasi sehat bagi pelajar, penambahan kapasitas daya tampung sekolah negeri, serta evaluasi lebih lanjut secara komprehensif terhadap kebijakan sistem zonasi ini.

The school zoning system policy in student admission that is fully implemented in 2018 in accordance with the Minister of Education Regulation Number 14 of 2018 is one of the government's policies in the field of education which has a wide impact on the society. The main objective of this policy is equalization and fairness of access to education services. To find out the success and impact of this policy, it is necessary to evaluate it based on empirical analysis of facts and evidence. Policy impact evaluation is done by comparing conditions before and after the policy implementation. The variables chosen as indicators to measure the success and impact of this policy are the distance between the residence and school, and the transportation costs incurred by students, while those who are the object of research are senior high school students (SMA) in DIY region. Specifically, this study aims to evaluate the impact of school zoning system policies in student admission on the distance of residence and schools, and the transportation costs incurred by senior high school students in DIY. The results of the study proved empirically that the average distance between residence and school, and the transportation costs incurred by senior high school students in DIY is significantly decrease after the zoning system policy in student admission is implemented. This means that the policy can be said to have succeeded in achieving its goals and having a positive impact on society. Other findings in the study are that travel time for students' commute trips is also decrease so that in theory this policy also has the impact of reducing congestion. The main limitations of the study are the lack of literature and previous research in Indonesia and the availability of data. The implications of this study are recommendations based on research results to the government to continue this policy, promote public transportation modes and healthy transportation modes for students, increase the capacity of public schools, and further comprehensive evaluation of this school zoning system policy.

Kata Kunci : sistem zonasi, penerimaan peserta didik baru, evaluasi dampak kebijakan, rata-rata jarak, biaya transportasi, school zoning system, student admission, policy impact evaluation, average distance, transportation costs

  1. S2-2018-417137-abstract.pdf  
  2. S2-2018-417137-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-417137-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-417137-title.pdf