Laporkan Masalah

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ASFIKSIA DAN KEMATIAN BAYI PADA KEHAMILAN DENGAN KELAINAN JANTUNG BAWAAN DI RSUP DR. SARDJITO

SUSWATININGSIH, Detty Siti Nurdiati; Ahsanudin Attamimi

2018 | Tesis-Spesialis | OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

Latar Belakang: Kehamilan dengan penyakit jantung saat ini semakin meningkat karena adanya kemajuan pengobatan dan pembedahan pada kelainan jantung bawaan. Risiko morbiditas dan mortalitas terhadap ibu maupun janinnya juga meningkat. Kondisi ibu dengan kelainan jantung bawaan yang berat menimbulkan sianosis dan hipoksia intrauterin sehingga didapatkan bayi lahir asfiksia sampai dengan kematian. Bayi lahir dengan asfiksia mempunyai efek neurologis yang buruk. Faktor-faktor yang mempengaruhi asfiksia dan kematian bayi pada ibu dengan kelainan jantung bawaan perlu diketahui untuk meminimalkan atau memodifikasi faktor tersebut agar didapatkan luaran bayi yang baik. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian asfiksia dan kematian bayi pada ibu hamil dengan kelainan jantung bawaan di RSUP dr. Sardjito. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah cohort retrospektif. Subyek penelitian ini adalah ibu hamil dengan kelainan jantung bawaan yang melahirkan di RSUP Dr. Sardjito. Data diambil mulai Januari 2013 sampai dengan Desember 2017. Kemudian dilihat faktor-faktor berupa klasifikasi berdasarkan NYHA (New York Heart Association), usia ibu, usia kehamilan, dan riwayat operasi perbaikan jantung terhadap kejadian asfiksia (nilai Apgar <7 pada menit ke-5) dan kematian bayi. Data dianalisis dengan uji Chisquare/Fisher dan regresi logistik. Hasil: Penelitian ini melibatkan 109 subyek. Terdapat bayi lahir asfiksia sebanyak 15 orang (13,76%) dan kematian neonatal sebanyak 14 orang (12,84%) yang semuanya merupakan bayi prematur. Kelainan jantung pada bayi sebanyak 5 orang (4,59%). Klasifikasi NYHA (OR 8,85; CI 95% 2,23-35,06; p=0,002) berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian asfiksia neonatorum. Sedangkan kelahiran preterm berpengaruh terhadap kejadian asfiksia neonatorum (OR 8,41; CI 95% 1,32-53,54; p=0,024) dan kematian bayi (OR 11,07; CI 95% 1,66-73,81; p=0,013). Kesimpulan: Klasifikasi berdasarkan NYHA tinggi meningkatkan kejadian asfiksia secara bermakna, sedangkan kelahiran preterm berpengaruh meningkatkan kejadian asfiksia dan kematian neonatus secara bermakna pada ibu hamil dengan kelainan jantung bawaan.

Background: Pregnancy with heart disease is currently increasing due to advances medical and surgical treatment for congenital heart defects. The risk of morbidity and mortality for the maternal and fetus also increased. The condition of complex congenital heart disease in pregnancy resulted cyanosis and intrauterine hypoxia so the baby was born with asphyxia until death. Birth asphyxia had risk neurologic effects. Factors that affect asphyxia and neonatal mortality in women with congenital heart disease need to be known to minimized or modified these factors to obtain a good neonatal outcomes. Objective: To determine the factors that influences birth asphyxia and neonatal mortality ini pregnant women with congenital heart disease in RSUP Dr. Sardjito. Research Method: This study was was cohort retrospective. The subjects of this study were pregnant women with congenital heart diseases who gave birth in RSUP Dr. Sardjito. Data was taken from January 2013 to December 2017. Then, classification by NYHA (New York Heart Association), maternal age, gestational age, history of cardiac repair surgery, and WHO classification on asphyxia (Apgar score <7 at the 5th minute) and neonatal mortality were reviewed. The data was analyzed by Chisquare/Fisher and logistic regression tests. Result: The study involved 109 subjects. There were 15 asphyxia neonatorum (13.76%) and 14 neonatal mortalities (12.84%), which all of them were premature births. Five neonates (4.59%) had congenital heart defects. NYHA classification (OR 8.85; CI 95% 2.23-35.06; p=0.002) affected asphyxia neonatorum incidents. Meanwhile preterm birth associated with asphyxia neonatorum (OR 8.41; CI 95% 1.32-53.54; p=0.024) and neonatal mortality (OR 11.07; CI 95% 1.66-73.81; p=0.013).

Kata Kunci : kehamilan dengan jantung bawaan, asfiksia, kematian bayi, NYHA

  1. S2-2018-373897-abstract.pdf  
  2. S2-2018-373897-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-373897-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-373897-title.pdf