KUALITAS HABITAT MANGROVE UNTUK SILVOFISHERY DI KAWASAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO, BANYUWANGI, JAWA TIMUR
PRASISKA DAMASTUTI, Erny Poedjirahajoe,
2012 | Skripsi | S1 KEHUTANANKawasan mangrove di Indonesia yang cukup luas berada di Jawa Timur, khususnya di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Kawasan mangrove yang terletak di muara Segara Anak berdekatan dengan pemukiman sehingga menimbulkan masalah yang kompleks, yaitu intervensi masyarakat setempat yang menjadikan mangrove sebagai lahan pemukiman dan tambak. Oleh karena itu, penentuan kawasan sebagai lahan silvofishery diharapkan mampu mengurangi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas habitat mangrove dan kesesuaiannya untuk silvofishery di kawasan mangrove Taman Nasional Alas Purwo Metode yang digunakan untuk pengambilan data vegetasi adalah teknik sampling kuadrat dengan peletakan secara sistematis. Ukuran sampling kuadrat yang digunakan adalah 10x10 meter untuk tingkatan tiang/pohon, 5x5 meter untuk sapihan, dan 2x2 meter untuk semai. Jarak antar petak ukur yang digunakan adalah 50 meter. IS yang digunakan sebesar 0,06% dengan jumlah petak ukur 56. Pengambilan data fisik, kimia, dan biologi perairan dilakukan dalam petak ukur vegetasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan formula kepadatan/kerapatan spesies, Indeks Diversitas Simpson, membandingkan hasil penelitian dengan penelitian Poedjirahajoe (2011) dan analisis statistik dengan bantuan software SPSS 15.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove Segara Anak mempunyai kerapatan 1952 pohon/Ha dengan kepadatan plankton 285 indv/lt. Nilai pH sebesar 6; DO 4,86 mg/L; suhu 27,8 ?C; salinitas 28,1 ‰; dan ketebalan lumpur 59,3 cm. Kualitas habitat mangrove tersebut mengindikasikan bahwa kawasan mangrove Segara Anak TNAP perlu ditingkatkan supaya dapat digunakan untuk silvofishery.
Mangrove areas in Indonesia are quite widespread in East Java, particularly in the Alas Purwo National Park. Mangrove areas located in the estuary adjacent to the settlement Segara Anak, cause rise a complex problem, namely the interventions of the local community that use the land settlements and mangrove pond. Therefore, the determination of the area as the land silvofishery expected to reduce the problem. The aim of this research is to find out the quality of mangrove habitat and its appropriateness forsilvofishery in Alas Purwo National Park. The method used for vegetation data retrieval is squared with the laying of the sampling technique systematically. Sampling size used is 10x10 square meters to level the pole / tree , 5x5 meter for a sapling level and 2x2 meter for the seedlings. Measuring the distance between plots used is 50 meters. IS the use of 0.06% with a number of plots measuring 56. Measuring data of physical, chemical, and biological water carried in a plot measuring vegetation. Data analysis was performed by using the formula density / density of species, Simpson's Diversity Index, comparing the results with research of Poedjirahajoe (2011) and statistical analysis with SPSS 15.0 statistical software. The results showed that the Segara Anak’s mangrove area has a density 1952 trees / Ha; plankton density is 285 indv/lt; PH value of 6; DO 4.86 mg / L; temperature of 27.8 0C; salinity of 28.10/00, and 59.3 cm thick mud. That quality of mangrove habitat indicated that the Segara Anak mangrove areas, TNAP needs to be improved in order to be used for silvofishery.
Kata Kunci : mangrove, silvofishery, kesesuaian