RANCANGAN RUANG TERBUKA HIJAU MENURUT TINJAUAN ARSITEKTUR POHON DI KAWASAN XT-SQUARE, KOTA YOGYAKARTA
RIDLA ARIFRIANA, Dwi T Adriyanti, Mukhlison
2012 | Skripsi | S1 KEHUTANANKawasan kota menjadi sasaran kaum urban sebagai tempat mengadu nasib. Hal ini mendesak pemerintah untuk membangun kawasan yang mampu menampung kaum urban, baik untuk hunian maupun tempat kerja yang berdampak pada proporsi penggunaan lahan perkotaan. Masalah yang dihadapi adalah kondisi dilematis antara perlunya penyediaan lahan untuk penghijauan pada kondisi kualitas lingkungan fisik yang menurun sedangkan kebutuhan pembangunan fisik terus meningkat. Fakta lain menunjukkan bahwa di Kota Yogyakarta semakin jarang ditemui area yang sejuk dan teduh oleh naungan pohon, sementara pada sisi yang lain tingkat pencemaran atau polusi udara juga semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan model arsitektur pohon yang sudah ditanam di kawasan XT-Square serta untuk mengetahui kesesuaian jenis pohon dari tinjauan arsitektur pohon dan fungsi area di kawasan XT-Square. Data-data dan informasi yang disajikan dalam penelitian ini berupa jenis tanaman dengan model arsitektur pohonnya. Metode pengambilan data melalui eksplorasi, deskripsi, identifikasi, dan wawancara. Selanjutnya, dilakukan pembagian zona pada lokasi penelitian, kemudian dievaluasi menggunakan analisis deskriptif terhadap model arsitektur yang disesuaikan dengan tata ruang di lokasi penelitian. Hasil analisis diolah menjadi sebuah rancangan desain ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 jenis tanaman dari 20 famili. Selain itu, telah teridentifikasi 13 model arsitektur pohon dari seluruh tanaman yang ada. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka usulan rancangan ruang terbuka hijau pada kawasan ini adalah dengan penambahan jumlah dari jenis pohon yang telah ada atau dengan penambahan jenis tanaman baru.
Part of the city as a targeted place of urban speculate, urges the government to build an area that capable of accommodating immigrants, either for residential or workplace and it is resulted in the proportion of urban land use. A problem occurs when the need of land provision for growing trees on the other hand, quality of physical environment is declining while the physical development is increasing. The facts show that areas grown by trees in the city of Yogyakarta is rarely found, while the air pollution level is increasing. This research aims to identify the species and the trees architectural models planted at XT-Square area, also to know the trees species suitability according to tree architectural and its purpose at XT-Square area. Data and information in this research consist of species of the tree and its architectural model. The research method was description, identification and interview. The study site was classified into the zones. A descriptive analysis of architectural models were adapted to spacial location of the research. The results of the analysis were processed into a design plan of green open space. The results showed that there were 40 species of plants from 20 families. There were known that 13 models of tree architecture found at the existing plants. The proposed green open space design in this area was by increasing a number of existing trees and adding with new species.
Kata Kunci : ruang terbuka hijau, arsitektur pohon, rancangan