RELASI ANTARA TATA NILAI DAN MODAL SOSIAL DENGAN INTERAKSI MASYARAKAT TERHADAP SUMBERDAYA HUTAN KPH RANDUBLATUNG BLORA
DWI YUNTARI 08/265943, Djuwadi, Bowo Dwi Siswoko
2012 | Skripsi | S1 KEHUTANANLokasi hutan yang bersinggungan langsung dengan tempat tinggal masyarakat tidak bisa lepas dari interaksi masyarakat terhadap sumberdaya hutan disamping pengelolaan hutan dilakukan oleh Perhutani. Interaksi masyarakat terhadap sumber daya hutan akan sangat bergantung bagaimana tata nilai dan modal sosial yang terdapat dalam masyarakat tersebut. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi tata nilai dan modal sosial terutama yang berkaitan dengan aktivitas pengelolaan sumberdaya hutan, berbagai macam interaksi masyarakat, analisis terhadap relasi tata nilai dan modal sosial dengan interkasi masyarakat dan upaya-upaya yang sebaiknya dilakukan. Penelitian dilakukan di Desa Ngliron dan Desa Semanggi BKPH Ngliron KPH Randublatung Kabupaten Blora menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dengan cara wawancara mendalam, pengamatan atau observasi, dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, dengan penyajian data dalam bentuk deskripsi, tabulasi serta uraian. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diidentifikasi tata nilai dan modal sosial masyarakat di Desa Nglirond dan Desa Semanggi terutama yang berkaitan dengan aktivitas pengelolaan sumberdaya hutan antara lain: mata pencaharian, peradaban, nilai agama, gotong royong atau sambatan, etos kerja, kerjasama dan jaringan sosial. Berbagai macam interaksi antara masyarakat Desa Ngliron dan Desa Semanggi terhadap sumberdaya hutan yaitu: interaksi fisik dan interaksi non-fisik. Apabila tata nilai dan modal sosial masyarakat tinggi maka interaksi masyarakat terhadap sumberdaya hutan akan baik, dan sebaliknya. Upaya-upaya yang sebaiknya dilakukan agar interaksi masyarakat terhadap sumberdaya hutan baik dapat disesuaikan dengan spesifikasi masalah masing-masing.
Forest area with direct contact to community livehood could not be set apart from community’s interaction towards forest resources besides forest management by Perhutani. Community’s interaction towards forest resources will depend on values and social capital founded in its community. This research aimed to indentify value and social capital especially ones related to forest resource management activity, various community interaction, analysis toward relation of values and sosial capital with community’s interaction and efforts that should be made . The study was conducted in Ngliron village and Semanggi village BKPH Ngliron KPH Randublatung Blora Regency using the qualitative approach with case study method. Data were collected by indepth interview, observation, and document study. Data analysis in this research is qualitative data analysis, which presented as descriptive, tabulation, and narrative. Based on results of this research,value and social capital at Ngliron village and Semanggi village was identified especially ones related with forest resources management activity, such as: livelihood, civilization, religious value, mutual aid or sambatan, work ethic, cooperation, and social links. Various interactions between Ngliron village community and Semanggi village community towards forest resources are physical interaction and non-physical interaction. When community’s value and social capital is high, community interaction toward forest resources would be better. Efforts should be adjusted with specific problems so that community’s interaction towards forest resources shall be good
Kata Kunci : tata nilai, modal sosial, interaksi, pengelolaan