SERANGAN PENGGEREK BATANG (Duomitus ceramicus) PADA TANAMAN JATI DENGAN PERLAKUAN SILVIKULTUR INTENSIF DI KULONPROGO
RAMADHAN , Musyafa, Adriana,
2012 | Skripsi | S1 KEHUTANANINTISARI Jati merupakan salah satu tanaman kehutanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman ini dikembangkan dengan silvikultur intensif sehingga dapat dipanen pada umur 5 tahun. Tegakan jati dengan perlakuan silvikultur intensif umur 2 tahun di Kulonprogo terserang hama penggerek batang Duomitus ceramicus Walker (oleng-oleng). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui luas serangan, intensitas kerusakan, dan pengaruh serangan hama ini terhadap pertumbuhan jati. Pengamatan dilakukan pada 3 areal dengan luas 2.500 m2, 3.000 m2, dan 1.760 m2 pada bulan Maret, Mei, September, dan Desember 2011 di Kulonprogo. Gembol yang terbentuk pada batang akibat serangan oleng oleng dihitung pada setiap individu tanaman. Diameter dan tinggi diukur pada seluruh tanaman. Faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban udara juga diukur pada setiap areal. Hasil penelitian menunjukkan luas serangan dan intensitas kerusakannya adalah 8,3%-46,64%, dan 3,61%-19,87%. Laju luas serangan dan intensitas kerusakannya adalah 2,57%-22,33% dan 3,29%-18,15%. Distribusi gembol sebagian besar terletak di ketinggian 0- 3 meter di atas permukaan tanah dan pada kelas diameter besar (lebih dari 9 cm). Tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah gembol dengan pertumbuhan jati.
Teak is a forest plant which has high economic value. The teak tree planted with intensive silviculture can be harvested at the age of five years. The two years old of teak stand in Kulonprogo was attacked by stem borer Duomitus ceramicus Walker. This research was conducted to determine the attack intensity, attack severity, and the effect of the stem borer on the teak growth. The study was conducted in three sites of 2.500 m2, 2.500 m2, and 1.760 m2 respectively in March, May, September, and December 2011 in Kulonprogo. Gall formed on the stem caused by the stem borer was observed on each teak tree. Diameter and height the trees were measured. Environmental factors such as temperature and humidity were also measured in each area. The result showed that the attack intensity and attack severity were 8,3%-46,64% and 3,61%-19,87% respectively. The attack intensity and attack severity rate were 2,57%-22,33% and 3,29%-18,15%. Gall were found mostly on the height of 0-3 meter and on tree with diameter more than 9 cm. There was no significant effect of the number of gall on the growth of the teak
Kata Kunci : Jati, silvikultur intensif, Duomitus ceramicus Walker, intensitas serangan