Laporkan Masalah

OPINI SEPUTAR PERKAWINAN DAN POLIGAMI DI MAJALAH PEREMPUAN TAHUN 50an SAMPAI 60an

ESTI SYACHROTUNNISA, Dr. Mutiah Amini, M.Hum

2018 | Tesis | MAGISTER SEJARAH

Tulisan ini membahas tentang opini seputar perkawinan dan poligami di majalah perempuan tahun 50an-60an. Perkembangan majalah perempuan pada periode 50an-60an mengalami kemajuan yang cukup pesat dari segi rubrikasi. Hal tersebut dibuktikan melalui konten majalah perempuan yang sudah berani membahas masalah perkawinan. Pembahasan mengenai masalah perkawinan menjadi fokus perbincangan utama dalam dua majalah perempuan yang berpengaruh di Indonesia pada tahun 1950 hingga 1960-an yaitu majalah Dunia Wanita dan Wanita. Saat para perempuan Indonesia mulai mempertanyakan kembali mengenai kedudukannya dalam hukum perkawinan, artikel dalam majalah Dunia Wanita dan Wanita menjadi semakin frontal hingga pertengahan tahun 1954. Diakhir tahun 1954 saat Presiden Soekarno melangsungkan pernikahan keduanya, majalah perempuan seperti Dunia Wanita, Wanita dan Mekar secara terang-terangan menyatakan kekecewaan tersebut disetiap artikelnya. Perbincangan mengenai masalah perkawinan dalam majalah perempuan seperti Dunia Wanita, Wanita, Keluarga dan Mekar tidak lagi hanya mempertanyakan tentang RUU perkawinan tetapi lebih luas menjadi perbincangan soal poligami dan perceraian.

This present thesis studies the opinion of marriage and polygamy in women magazine. The intrepidity to raise the issue on marriage proves rapid development of women magazine during the period from 50s to 60s. The discussion of marriage problem becomes the main focus of Dunia Wanita and Wanita as the two leading women magazines during that era. When Indonesian women started to critically ask their own position and prestige in marriage law, articles in Dunia Wanita and Wanita magazines became more valiant until to the mid-1954. In the end of 1954 when President Soekarno held his second marriage, women magazines such as Dunia Wanita, Wanita, and Mekar openly stated the disappointment towards the polygamy in each of their articles. The debate on marriage issue in women magazine such as Dunia Wanita, Wanita, Keluarga and Mekar were not narrowed to the draft bill of marriage but were also expanded to the discussion on polygamy and divorce.

Kata Kunci : perkawinan, majalah perempuan, poligami, perceraian

  1. S2-2018-404384-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404384-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404384-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404384-title.pdf