Determinants of Participation for Mangrove Rehabilitation: Case of Bedono Village, Central Java
WINDYO LAKSONO, Dr. Motoko Kawano
2018 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanBedono adalah salah satu desa di pesisir utara Pulau Jawa yang mengalami bencana dari rob, erosi dan pasang surut air laut. Dalam rangka meningkatkan resiliensi dan menyelamatkan kehidupan di desa tersebut, masyarakat setempat berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan rehabilitasi mangrove pada sebagian besar areal desa yang terancam. Pada pelaksanaannya, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi warga, untuk itu penelitian ini ingin menganalisa faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kesediaan anggota masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan rehabilitasi mangrove dimaksud. Dengan menggunakan 227 keluarga dari 3 dusun sebagai sampel dan analisis menggunakan model probit, ditemukan bahwa umur, pendapatan, luas bangunan rumah, bahan bangunan rumah, lokasi dusun dan partisipasi terdahulu berpengaruh nyata terhadap keputusan untuk berpartisipasi. Warga yang lebih muda dan warga mempunyai pendapatan lebih tinggi lebih mungkin untuk berpatisipasi, selain itu warga yang tinggal di dusun Pandansari juga lebih mungkin untuk berpartisipasi. Selanjutnya, warga yang pernah ikut dalam rehabilitasi mangrove juga lebih memungkinkan untuk bersedia berpartisipasi kembali. Namun demikian, responden yang tinggal di rumah dengan ukuran relatif luas dan terbuat dari beton memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk berpartisipasi. Dari penelitian ini diketahui juga bahwa masyarakat di Bedono berpartisipasi di kegiatan rehabilitasi karena ingin melindungi aset dan sumber pendapatan, sebagai bagian dari usaha untuk mengatasi dampak dari bahaya yang ada. Oleh karena itu untuk meningkatkan partisipasi warga diperlukan dukungan institusional dan kebijakan yang menyasar kepada warga yang muda dan produktif sehingga rehabilitasi mangrove di Bedono dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, penting untuk disediakan sumber pendapatan alternatif agar meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan juga resiliensi warga di desa Bedono.
Bedono is one of the villages in the northern coastal region of Central Java which has suffered heavily from inundation, erosion, and tidal waves. The community decided to increase the resilience and support the livelihood by rehabilitating the mangrove in the area. In practice, the participation of the member of the community has been affected by several determinants. This study aims to analyze the socio-economic factors that affect the willingness to engage in the mangrove rehabilitation activity. 227 respondents from three sub-villages are chosen for the study and the Probit model is applied to identify relevant factors. Results show that age, income, size of the house, materials used for building the house, location, and past participation are statistically significant in determining the respondents decisions. Villagers of younger ages and those with higher incomes are more likely to participate in the mangrove planting activities. In addition, respondents who live in the sub-village of Pandansari and have participated in previous mangrove-planting activities are more likely to engage in the rehabilitation actions. However, respondents who live in relatively bigger houses and made of concrete are less inclined to participate. Therefore, this study suggests that villagers in Bedono are participating in this activity because they are trying to protect their assets and sources of income while also mitigating the impact of natural disasters. This implies the need to support the implementation of mangrove rehabilitation with institutional and policy support; by targeting younger and more productive villagers. Moreover, creating opportunities for alternative income sources is important as this helps to increase the income that eventually will also increase their resilience.
Kata Kunci : Rehabilitasi Mangrove, Partisipasi Rehabilitasi Mangrove, Kondisi Sosial-Ekonomi, Bencana Pesisir, Bedono