Pusat Seni Pertunjukan Tradisional dengan Pendekatan Arsitektur Metafora
KARINA KAYSANDRA D, Diananta Pramitasari, ST, M.Eng., Ph.D.
2018 | Skripsi | S1 ARSITEKTURTerdiri dari 1.340 suku bangsa dari Sabang hingga Merauke, tidak diragukan lagi Indonesia merupakan negeri yang sangat kaya akan budayanya. Dari sekian banyak kota yang ada di Indonesia, Yogyakarta merupakan salah satu kota yang terkenal akan daya tarik budayanya. Banyak orang berkunjung ke Jogja untuk menyaksikan, menikmati, bahkan mempelajari kebudayaan tersebut. Seni pertunjukan tradisional merupakan salah satu cabang kebudayaan yang memiliki banyak variasi, sehingga banyak diminati baik oleh warga lokal maupun wisatawan. Oleh karena itu, Pusat Seni Pertunjukan Tradisional hadir sebagai wadah untuk mengembangkan kesenian tersebut, menggali potensi anak bangsa, sertia menjaga dan mengenalkan budaya tradisional Indonesia ke masyarakat luas agar tidak punah seiring berjalannya waktu.
With 1.340 ethnicity group from Sabang all the way to Merauke, Indonesia has an undoubtedly rich culture. Among all other city, Yogyakarta is one of the most popular city for its heritage appeal. Many people visit this city to enjoy and learn about the heritage. With its wide range of variety, performance art is one of the most desired heritage by locals and tourists in Indonesia. Seni Pertunjukan Tradisional is a place to develop Indonesian heritage, explore our potential, and also to preserve the heritage so that it will not extinct by time.
Kata Kunci : Seni Pertunjukan, Auditorium, Pusat Kesenian