HUBUNGAN ANTARA PENUTUPAN LAMUN DENGAN JUMLAH JENIS BIVALVIA DI ZONA TRADISIONAL TELUK GILIMANUK DAN TELUK TERIMA, TAMAN NASIONAL BALI BARAT
HALE AZARYA W, Prof. Dr. Erny Poedjirahajoe, M.P.; Dr. Much. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si.
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KEHUTANANTaman Nasional Bali Barat memiliki tujuh zona pengelolaan kawasan yang salah satunya adalah zona tradisional. Zona ini berada di Teluk Gilimanuk dan Teluk Terima yang sumberdayanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencukupi kebutuhan hidup. Salah satu sumber daya yang dimanfaatkan adalah kerang (bivalvia). Kerang hidup pada padang lamun yang dapat ditemui di kedua zona tradisional. Padang lamun menjadi habitat yang baik bagi kerang oleh karena menjadi tempat hidup dan mencari makan serta berkembang biak; di sisi lain kerang membantu mengubah bahan organik sehingga dapat dimanfaatkan oleh lamun. Keberadaan kerang dan padang lamun turut juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan perairan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui penutupan lamun, jumlah jenis bivalvia, kondisi faktor lingkungan, dan hubungan antara jumlah jenis bivalvia dengan penutupan lamun serta faktor lingkungan di Zona Tradisional Teluk Gilimanuk dan Teluk Terima. Pengambilan data dilakukan dengan metode line transek pada lokasi yang telah ditetapkan di Teluk Gilimanuk dan Teluk Terima. Data penutupan lamun diambil dengan plot berukuran 0,5 x 0,5 m. Pengambilan data bivalvia dan faktor habitat perairan, yaitu suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, juga dilakukan pada titik yang sama. Sampel air diambil pada titik belakang, tengah, dan depan transek; untuk sampel tanah diambil secara komposit yang mewakili bagian belakang, tengah, dan depan transek. Pengujian sampel air dan tanah selanjutnya dilakukan pengujian di laboratorium untuk mengetahui kandungan nitrat, silika, pH tanah, c-organik, nitrogen total, dan fosfat tersedia. Hasil analisis menunjukan penutupan lamun sebesar 45, 83% di Teluk Gilimanuk dan di Teluk Terima sebesar 35,42%. Jumlah jenis bivalvia yang ditemukan cukup berbeda dimana di Teluk Gilimanuk ditemukan sebelas jenis dan di Teluk Terima ditemukan satu jenis. Faktor habitat perairan di antara Teluk Gilimanuk dan Teluk Terima memperlihatkan karakteristik faktor habitat yang berbeda. Hubungan antara penutupan lamun dengan jumlah jenis bivalvia tergolong sangat rendah di Teluk Gilimanuk dan rendah di Teluk Terima. Hubungan antara faktor habitat perairan dengan jumlah jenis bivalvia tergolong cukup pada Teluk Gilimanuk dan agak rendah pada Teluk Terima.
Bali Barat National Park has seven management region zone and one of it zone is traditional zone. The zone located in Cove of Gilimanuk and Cove of Terima which the resources can be used for the people to fulfill their needs. Bivalve was one of the resources that people collect. Bivalves lived in seagrasses that can be found in both traditional zones. Seagrasses became place for bivalves living, gathering food, and reproduction; in otherwise, bivalves transform the organic matter so that seagrasses can use it. Bivalves and seagrasses also affected by environmental condition around it. This research aimed to know seagrass cover, amount of bivalve species, environmental condition, and correlation between amount of bivalve and seagrass cover and also environmental condition in Cove of Gilimanuk and Cove of Terima Traditional Zone. Line transect was used to sampling the data in both traditional zones. Seagrass cover was collected using 0,5 x 0,5 m plot. Bivalve and water environmental factor sampling, e.g. temperature, salinity, pH, and dissolved oxygen, was conducted in the same place. Water sample was collected in back, middle, and front of line transect. Soil sample collected compositely in back, middle, and front of line transect. After the collection, water and soil sample was tested in laboratory to test the nitrate, silicate, soil pH, nitrogen, and phosphate content. The result showed seagrass cover in Cove of Gilimanuk was 45,83% and in Cove of Terima was 35,42%. Amount of bivalve species was found eleven species in Cove of Gilimanuk and one species was found in Cove of Terima. Water environmental factor in Cove of Gilimanuk and Cove of Terima has different characteristic. Correlation between seagrass cover and amount of bivalve classified to very low in Cove of Gilimanuk and low in Cove of Terima. Correlation between water environmental factor and amount of bivalve classified to moderate in Cove of Gilimanuk and low to moderate in Cove of Terima.
Kata Kunci : Kerang, Lamun, Faktor habitat perairan, Taman Nasional