Laporkan Masalah

KAJIAN DAMPAK ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI DI OBYEK WISATA KALIURANG

ANGGA SIGIT PRASETYO, Kaharuddin, Kristiani Fajar Wianti

2012 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Erupsi Gunungapi Merapi pada akhir tahun 2010 berdampak pada kegiatan pariwisata di obyek wisata Kaliurang. Dampak tersebut antara lain kerusakan fasilitas dan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kaliurang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak erupsi Gunungapi Merapi terhadap fasilitas wisata dan jenis usaha, serapan tenaga kerja dan tingkat pendapatan masyarakat yang terlibat dalam usaha pariwisata. Metode pengambilan data fasilitas wisata dilakukan dengan cara inventarisasi dan observasi di dua lokasi yaitu Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo. Data mengenai sosial ekonomi masyarakat diperoleh dengan cara wawancara dengan masyarakat yang memiliki usaha di obyek wisata Kaliurang. Pemilihan responden menggunakan teknik cluster random sampling (sampling acak kelompok). Analisis data yang digunakan untuk mengetahui dampak erupsi terhadap fasilitas digunakan pengharkatan atau klasifikasi meliputi rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Analisis data untuk mengetahui dampak erupsi terhadap jenis usaha, serapan tenaga kerja dan pendapatan menggunakan analisis deskriptif. Fasilitas wisata di Tlogo Muncar mengalami kerusakan berat 11%, rusak sedang 20% dan rusak ringan 69%. Fasilitas wisata yang menjadi prioritas perbaikan yaitu shelter, ayunan, toilet dan mushola. Fasilitas wisata di Tlogo Nirmolo 90% mengalami rusak ringan dan 10 % rusak sedang. Di obyek wisata Kaliurang terdapat dua jenis usaha baru yaitu ojek wisata dan jeep wisata. Jenis usaha yang mengalami penurunan serapan tenaga kerja adalah hotel dan warung makan. Jenis usaha yang paling banyak mengalami penurunan pendapatan adalah hotel sebesar 78.95% dan warung makan sebesar 60%. Rata-rata penurunan pendapatan masyarakat dan pengelola obyek wisata Kaliurang sebesar 42.66%.

Merapi Volcano eruption on the end of 2010 had an impact on tourism activities in Kaliurang attraction. These impacts include the damage of the facilities and socio-economic conditions of the Kaliurang society. For that reason, this assessment’s aims are to determine the impact of Merapi Volcano eruption toward tourism facilities and the type of business, labor absorption and income level of the a number of society who involve in tourism business. Data storing method of the tourism facilities was be done by inventory and observation in two locations e.g. Tlogo Muncar and Tlogo Nirmolo. The socioeconomic data was obtained by interviews with the owner or the employee of the businesses in Kaliurang attraction. The respondance sampling used cluster random sampling technique. Data analysis which be used to determine the eruption impact toward the facilities was classifying the damage into low, moderate and worst, whereas the data analysis impact toward the type of businesses, labor absorption and the level of income was analyzed by comparing the condition before and after Merapi Volcano eruption. In Tlogo Muncar, there are 11% facilities on severely damaged condition, 20% on moderate damaged and 69% mild damaged. Some of facilities like shelter, toilet and mosque need rehabilitation. In Tlogo Nirmolo, 90% facilities on mild damaged and 10% on moderate damaged. In Kaliurang attraction, there are two new types of business; that are motorcycle taxi tours and jeep tours. The income of hotels decreased until 78.95% and food stalls until 60%. The average of the income decreased until 42.66%.

Kata Kunci : dampak erupsi, obyek wisata Kaliurang, fasilitas wisata, jenis usaha, serapan tenaga kerja, tingkat pendapatan

  1. S1-2012-254537-abstract.pdf  
  2. S1-2012-254537-bibliography.pdf  
  3. S1-2012-254537-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2012-254537-title.pdf