Laporkan Masalah

Management of Street Vendor in Small City: Case of Payakumbuh, West Sumatra

HANDRI HALOMOAN L, Ely Susanto, S.I.P., MBA., Ph.D.

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Penduduk dunia tertarik akan daerah perkotaan disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi, kesempatan dan kemakmuran yang ditawarkan oleh perkotaan. Bagaimanapun juga, lapangan pekerjaan yang terbatas di perkotaan meyebabkan pendatang tidak mampu untuk bersaing dengan pekerja yang memiliki keahlian yang handal dan terpelajar. Oleh karena itu, mereka bekerja di sektor informal, Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan salah satu dari sektor tersebut. PKL berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dari sebuah kota, terutama di dalam sektor informal. Tetapi perkembangan sektor ini cendrung mengganggu kebersihan dan kerapian dari perkotaan. Kota tidak layak huni akan merosotkan pertumbuhan economi dari sebuah kota. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi pola perkembangan PKL di Kota Payakumbuh dengan tetap menjaga kebersihan kota. Studi ini menggunakan pendekatan qualitatif, termasuk interview dan analisis dokumen, untuk menginvestigasi perkembangan PKL dan level kebersihan dari Kota Payakumbuh. Temuan pada studi ini menunjukkan bahwa pencapaian pembangunan di Kota Payakumbuh diakibatkan karena keselarasan program pembangunan dari berbagai organisasi antara pemerintah pusat dan daerah yang diarahkan terutama pada sektor-sektor potensial yang dimiliki oleh Kota Payakumbuh, seperti PKL. Lebih lanjut, Hal ini didukung kuat oleh keterlibatan berbagai masyarakat, seperti asosiasi dan koperasi, di dalam pengimplementasian pelaksanaan pembangunan. Selanjutnya, terutama berkaitan dengan suplai permintaan akan PKL, faktor lokasi memiliki peran penting dalam pembangunan Kota Payakumbuh. Lebih jauh, sinergi antara PKL, didukung oleh pembangunan sektor lingkungan, menciptakan perkotaan yang berkelanjutan dan layak huni.

Human beings are attracted to urban areas for its economic growth, job opportunities, and prosperity. However, the limited job opportunities in cities can make migrants unable to compete with highly skilled and educated workers. Hence, they come to work in the informal sector; street vendors comprise one such sector. Street vendors contribute to the economic development of a city, especially in informal sector. But the development of this sector tends to deteriorate the cleanliness and orderliness of cities. Non-livable city will degrade the economic development of a city. This study attempts to investigate the development pattern of the street vendors in the Payakumbuh while maintaining the cleanliness of the city. It employs a qualitative approach, including interviews and document analysis, to investigate the development of street vendors along with the level of cleanliness of Payakumbuh City. The findings suggest that the achievement of development in Payakumbuh has been made possible by the harmonious organization of development programs between the central and local governments addressed predominantly to the potential sectors owned by Payakumbuh City, such as street vendors. Moreover, it has been strongly supported by involvement of various societies, such as association and cooperatives, in the implementation of the development measures. Furthermore, predominantly with respect to supplying the demand for the street vendors, location has played an important role in the development of Payakumbuh. Additionally, the synergy between street vendors, supported by the environmental development measures, creates a city that is sustainable as well as livable.

Kata Kunci : street vendors, development of small city, cleanliness city

  1. S2-2018-404022-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404022-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404022-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404022-title.pdf