Laporkan Masalah

GENEALOGI KUASA DALAM KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK

RONNY ERSYA N P, Dr.Hempri Suyatna,S.Sos.,M.Si.

2018 | Tesis | MAGISTER PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) Menggambarkan dan mendialektikan dinamika (proses) dan hasil pertarungan relasi kepentingan aktor dalam pengembangan pertanian organik; (b) Menggambarkan setting ekonomi, sosial dan politik Kota Batu serta; (c) Mengidentifikasi aktor yang diuntungkan dan aktor yang dirugikan dalam pengembangan pertanian organik. Pengembangan pertanian organik merupakan salah satu kebijakan pembangunan utama Kota Batu Masa Pemerintahan Eddy Rumpoko-Punjul Santoso (2012-2017), kebijakan ini secara konsep meningkatkan kesejahteraan petani lewat pemberdayaan petani pada delapan daerah pengembangan pertanian organik, namun fakta lapangan berbanding terbalik dalam periode tersebut pajak tanah persawahan dinaikkan 300 persen sampai dengan 980 persen dari nilai NJOP; terjadi penyusutan rumah tangga petani sebesar 45 persen serta; adanya penyusutan lahan pertanian 11,49 persen/pertahun (BPS Kota Batu, 2013). Pendekatan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori genealogi kuasa (kuasa wacana) yang dikemukakan oleh Foucault, teori tersebut dipadukan dengan prespektif ekonomi politik dalam memandang dinamika relasi serta kekuasaan & kebijakan populis: dialektika kepentingan. Metode penelitian kualitatif untuk pembangunan dilakukan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di Kota Batu-Jawa Timur. Informan dalam penelitian ini terdiri atas: 1 orang inisiator (Walikota Batu); 2 aktor perencana (Plt.Sekda dan Plt Sek.Bappelitbangda); 2 aktor penggerak (Dua Pejabat Dinas Pertanian); 2 kepala desa daerah pengembangan pertanian organik; 4 petani daerah pengembangan pertanian organik; serta 3 anggota DPRD Kota Batu masa bakti 2009-2014; 2014-2019. Pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi melalui sinitasi resmi maupun informasi informan. Hasil penelitian menunjukkan genealogi kuasa (kuasa wacana) telah memungkinkan penguasa untuk mendominasi pengembangan pertanian organik sehingga belum efektif memberikan peningkatan kesejahteraan serta akses terhadap produktivitas petani. Faktanya sejak tahapan perencanaan sampai dengan implementasi kepentinganpenguasa dan aktor penggerak mendominasi arena kebijakan pengembangan pertanian organik. Klaim dan pencitraan keberhasilan pengembangan pertanian organik merupakan rekayasa yang lahir dari kepentingan dialektis aktor atas dinamika relasi kuasa (menurut perspektif Foucault/dian). Genealogi kuasa yang diterapkan dalam kasus ini hanya menghasilkan pihak-pihak tertentu yang diuntungkan yaitu pihak yang memiliki ruang jaringan wacana (normalizing judgment) yang kuat untuk mempengaruhi pihak lain. Ironisnya petani menjadi pihak yang dirugikan dalam pengembangan pertanian organik karena hanya menjadi obyek pembangunan pertanian.

The aim of this study are: (a) Describing and dialecting a dynamics (a process) and the result of the battle of interest relation in development of organic farming; (b) Describing of economic seting, social, and Batu city politic, and then; (c) Identifying an actor who benefited and an actor who harmed in development of organic farming. Development of organic farming is one of the main of Batu City development policy, in regim of Eddy Rumpoko-Punjul Santoso (2012-2017), this policy conceptually improves the welfare of farmers by empowerment of farmers in eight regions of organic farmer development. But, the fact on the field is inversely proportional in its period, the tax of paddy land is raised 300 percent until 980 percent from NJOP value, there is a shrinkage of farmer household for about 45 percent then; the shrinkage of paddy land is 11,49 percent/each year (BPS Batu City, 2013). The theoretical approach in this research is genealogical power (power of discourse) which explained by Foucault, its theory is combined with political economy perspective which looking at the dynamics of relations along power, and populist policy; dialectic of importance. The qualitative method for development is did in its research. This research is did in Batu City-East Java. The informants are; 1 the initiator (the Mayor of Batu); 2 planner actors (Plt Sekda and Plt Sek Bappelitbanda); 2 movers (Two of Departement of Agriculture officials); 2 village heads in development of organic farmer area; 4 farmers of development of organic farmer; and 3 members of the Regional People's Legislative Assembly Batu City in 2009-2014 period; 2014-2019 period. The collect data uses field observation, interview, and documentation through the official of sinitation or informant information. The results shows that the genealogy of power (through the dissemination of discourse) has enabled the rulers to dominate the implementation of organic farming so that it has not been effectively provides increased prosperity as well asaccess to optimum productivity for farmers. In fact, from the stages of planning to the implementation, the interests of the authorities and mover actors have dominated the policy for organizing organic farming. The claims and image over a successful organic farming are fabricated as a result of dialectic relationship dynamics over the actors interests power (according to a Foucauldian perspective). The genealogy of power in this case produces only some beneficiaries. Those parties that grant a spatial network for establishing their discourse (or normalizing judgment) in order to control other parties. Ironically, farmers are disadvantaged from the practice of organic farming, due to the fact that they are only treated as the object of agricultural development

Kata Kunci : genealogy of power, farmers welfare, agricultural development, organic farming

  1. S2-2018-404190-ABSTRACT.pdf  
  2. S2-2018-404190-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S2-2018-404190-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S2-2018-404190-TITLE.pdf