Laporkan Masalah

Motif Memilih Pekerjaan Mantan Anggota Komunitas Buruh Gendhong (Studi Komunitas Buruh Gendhong �Selendang Mekar Mlati� di Dusun Taruban Kulon, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo)

AYU NAFIATUL MATSNA, Prof. Dr. Susetiawan, S.U.

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Buruh gendhong yang bekerja di Pasar Beringharjo mayoritas berasal dari Kecamatan Sentolo, Kulon Progo. Maka sudah sewajarnya jika pemerintah daerah memberikan pelatihan keterampilan sebagai alternatif pekerjaan mereka dimasa tua nanti, yaitu dengan pelatihan pembuatan emping mlinjo kepada mereka. Komunitas Selendang Mekar Mlati muncul sebagai salah satu keberhasilan pelatihan tersebut. Namun pada perjalanannya, komunitas bubar karena berbagai pertimbangan pada tahun 2016. Delapan (8) anggota yang masih terdata melanjutkan kehidupan masing-masing. Tiga (3) diantaranya kembali dan bertahan sebagai buruh gendhong hingga sekarang dan sisanya beralih profesi yang tidak berhubungan dengan pembuatan emping mlinjo. Sehingga perlu rasanya untuk mengetahui motif bekerja dari mantan anggota komunitas, baik yang masih bertahan menjadi buruh gendhong dimasa tuanya, maupun yang beralih dari pekerjaan nggendhong ke pekerjaan yang sama-sama informal. Kemudian muncul pertanyaan minor mengenai kehidupan keluarga, lingkungan pergaulan di pasar dan di rumah, serta pertimbangan nilai yang membuat kedelapan informan ini memilih pekerjaan mereka sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana peneliti menggambarkan motif mereka bekerja dilihat dari latar belakang keluarga dan lingkungan sosial informan. Peneliti menentukan informan dengan pra penelitian dan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan data sekunder. Kemudian menguji keabsahan data dengan triangulasi. Peneliti melakukan analisisnya dimulai dengan klasifikasi jawaban kemudian menginterpretasikan jawaban dengan teori dan data sekunder yang didapat. Peneliti menginterpretasi dengan menghubungkannya dengan konsep buruh gendhong itu sendiri, makna kerja dari Wrzesniewski (2003), dan teori hirarki kebutuhan milik Abraham Maslow. Hasil penelitiannya adalah mantan anggota komunitas yang masih bertahan menjadi buruh gendhong memiliki motif bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga mengingat pendidikan mereka yang rendah dan lahan pertanian yang kurang baik. Namun 1 dari 3 informan yang bertahan menjadi buruh gendhong memiliki motif bekerja untuk mengisi hari-harinya sebagai lansia dan adanya rasa terimakasih kepada juragan. Kemudian mantan anggota komunitas yang kini sudah tidak lagi nggendhong memiliki motif bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun mereka ingin sekaligus memberikan pelayanan yang terbaik kepada keluarga. Selain itu, nilai ketentraman juga mereka dapatkan setelah tidak lagi menjadi buruh gendhong karena tidak harus memikirkan biaya transportasi. Maka motif memilih pekerjaan dari mantan anggota komunitas Selendang Mekar Mlati adalah keluarga.

The porter women who work in Beringharjo market mostly come from Sentolo District, Kulon Progo. Therefore, the local government is supposed to provide skill training as an alternative to their job in the old days by training them in making emping mlinjo. The Selendang Mekar Mlati community emerged as one of the successes of the training program. However, on their journey the community disbanded due to various considerations in 2016. Eight (8) members recorded still continue their own life. Three (3) of them returned and remained as porter women until now and the rest of them changed professions that were not related to the production of emping mlinjo. It is necessary to know the motives of working from former community members, both those who still survive as porter women in their old age and those who move from porter to work that is equally informal. Then minor questions arise about family life, the social environment in the market and at home, as well as value consideration that make these eight informants choose their jobs now. This research uses descriptive qualitative method where the researcher describes their motive of work according to the background of the family and the social environment of the informant. The researcher determines the informants with pre-research and data collection techniques with observation, interviews, documentation, and secondary data. Then to validate the data the research uses triangulation. The researcher conducts the analysis starting with the classification of answers and then interpreting the answers with the theory and secondary data obtained. The researcher interpreted it by relating the data to the concept of the porter women itself, the meaning of work of Wrzesniewski (2003), and the hierarchy of needs theory of Abraham Maslow. The results of this research shows that former members of the community who still survives as porter women have the motive to work to meet family needs because aware about their low education and poor agricultural land. However, 1 out of 3 informants who survived as porter women had the motive to work to fill their days as elderly and gratitude to the skipper. They who are no longer work as a porter have the motive to work to meet family needs, but they want to simultaneously provide the best service to their families. In addition, they also gained peace of mind after they no longer become porter women because they did not have to think about transportation costs. It can be concluded that the motive for choosing jobs from former members of the Selendang Mekar Mlati community is family.

Kata Kunci : Buruh gendhong, motif bekerja, makna bekerja/porter women, the motive of work, the meaning of work

  1. S1-2014-369381-abstract.pdf  
  2. S1-2014-369381-bibliography.pdf  
  3. S1-2014-369381-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2014-369381-title.pdf