Laporkan Masalah

PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP ANAK BERBASIS MASYARAKAT (Studi di Dusun Trimulyo I dan Dusun Sumbermulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul)

EKA APRILLIA, Dr. Tri Winarni Soenarto Putri, S. U.

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

INTISARI Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia merupakan fenomena sosial yang cukup memprihatinkan. Kasus kekerasan terhadap anak bagaikan fenomena gunung es, dimana jumlah kasus yang dilaporkan ternyata hanya sebagian dari kasus yang sebenarnya terjadi. Dalam menindaklanjuti hal tersebut pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berusaha mengupayakan perlindungan anak dengan membuat berbagai macam kebijakan yang salah satunya tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 25 Tahun 2012 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan yang menjamin perlindungan hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal, serta dengan membentuk unit pelayanan terkait penanganan tindakan kekerasan. Selain upaya dari pemerintah, masyarakat juga diwajibkan turut berperan dalam melakukan perlindungan terhadap anak korban kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripstif. Metode ini dipilih guna menjelaskan secara lebih dalam tentang fenomena yang ingin diteliti. Teknik penentuan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive dan snowball. Informan dalam penelitian ini berjumlah sepuluh orang dengan rincian satu orang pengurus Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas P3AKBPM&D Kabupaten Gunungkidul, satu orang pengurus P2TP2A Wijaya Kusuma Kabupaten Gunungkidul, satu orang dari Unit Perlindingan Perempuan dan Anak Polres Gunungkidul, satu orang Pengurus Forum Anak Kabupaten Gunungkidul tiga orang warga Dusun Trimulyo I , dan tiga orang warga Dusun Sumbermulyo. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kepustakaan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat dalam mendefinisikan tindak kekerasan sendiri ternyata masih beragam. Sebagian besar informan secara umum mendefinisikan kekerasan sebagai kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran. Dari hasil penelitian, faktor – faktor yang menyebabkan tindakan kekerasan terhadap anak yaitu faktor ekonomi, perceraian orangtua, pola asuh (disiplin) yang identik dengan kekerasan dan kurangnya kesadaran masyarakat melaporkan adanya tindak kekerasan. Dari analisis data yang telah dilakukan, upaya penanganan kekerasan terhadap anak yang dilakukan masyarakat di lingkungannya masih bersifat personal dan belum melembaga. Pendekatan yang digunakan juga masih secara kekeluargaan dan bukan secara institusional. Dalam menyikapi hal tersebut hendaknya pemerintah menggencarkan cara untuk melakukan perngorganisasian secara terpadu kepada masyarakat agar masyarakat dapat berkontribusi secara nyata dalam menangani tindak kekerasan terhadap anak di lingkungannya. Kata Kunci: Kekerasan, Anak, Penanganan, Masyarakat

The case of violence against children in Indonesia is a social phenomenon that is quite worrying. It is such the iceberg phenomenon, where the number of reported cases turn out to be the only part of actual cases. Due to this problem, the Government of Gunungkidul Regency undertakes to protect children by forming various policies, one of them is contained in the Gunungkidul Regency Local Regulation Number 25 of 2012 concerning the Protection of Women and Children Victims of Violence which guarantees the protection of children's rights in order to live, grow, develop and participate optimally, and by establishing service units related to handling violence. Not only from the government but also the community is required to have a role in protecting the children victims of violence. This research uses qualitative methods with descriptive approach. It aims to explain more about the phenomenon. The technique of determining the informants uses purposive and snowball methods. The informants in this study are ten people with the details of one administrator in the Women's Empowerment and Child Protection Division of the Gunungkidul Regency P3AKBPM & D Agency, an administrator from P2TP2A Wijaya Kusuma Gunungkidul Regency, a person from the Women's and Child Protection Unit of Gunungkidul District Police, an Administrator of Gunungkidul District Children's Forum, three residents of Trimulyo I Village, and three residents of Sumbermulyo Village. The Collecting data in this study used observation techniques, in-depth interviews, documentation, and literature. The result indicates that the perception and knowledge of the community in defining acts of violence itself are still diverse. Generally, most informants define violence as physical violence, psychological violence, and sexual violence. Based on the research, the factors of doing the violence against children are economic factors, parental divorce, parenting (discipline) that is identical with violence and lack of awareness of the public to report acts of violence. Based on the analysis, the efforts to handling violence against children by the community in their environment are still personal and not institutionalized. The community still uses family approach, not institutionally. In responding to that problem, the government should intensify ways to organizing people to contribute significantly in handling violence against children in their environment. Keywords: Violence, Children, Handling, Community

Kata Kunci : Kata Kunci: Kekerasan, Anak, Penanganan, Masyarakat

  1. S1-2018-369355-abstract.pdf  
  2. S1-2018-369355-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369355-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369355-title.pdf