Laporkan Masalah

PENYELENGGARAAN BANTUAN LOGISTIK BENCANA DALAM TANGGAP DARURAT PENANGGULANGAN ERUPSI GUNUNG MERAPI 2010

RAJITO AHMAD SYAH, Dr. Subando Agus Margono, M.Si

2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten yang memiliki risiko kebencanaan tinggi. Secara geografis, Kabupaten Sleman memiliki gunung api yang masih aktif hingga saat ini, yaitu Gunung Merapi. Bencana erupsi Gunung Merapi terakhir kali terjadi pada tahun 2010 yang menyebabkan kerusakan serta memakan banyak korban jiwa. Banyak berita mengabarkan tentang penyelenggaraan bantuan logistik oleh Pemerintah Kabupaten Sleman yang dirasa masih belum maksimal karena masih terjadi ketidakmerataan pendistribusian bantuan logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan penyelenggaraan bantuan logistik yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dalam upaya tanggap darurat bencana serta mengeksplorasi faktor penyebab ketidakmerataan distribusi bantuan logistik pada bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Untuk itu, penelitian ini menggunakan teori Humanitarian Logistics sebagai landasan pembahasan tentang bagaimana pengelolaan bantuan logistik bencana agar dapat berjalan secara efektif dan efisien. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi. Penelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan fakta bahwa penyelenggaraan manajemen logistik yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman pada saat erupsi Gunung Merapi belum maksimal. Belum maksimalnya penyelenggaraan manajemen logistik bencana ini terutama disebabkan oleh faktor Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Kurangnya kuantitas serta kualitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki menjadi faktor utama lemahnya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembahanan jumlah personil baik dari segi kuantitas dan kualitas dengan melakukan pelatihan terkait manajemen logistik bantuan yang benar, agar pada saat terjadi bencana pelaksanaan penanggulangan bencana dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Sleman Regency is one of the districts that has a high disaster risk. Geographically, Sleman Regency has a volcano that is still active today, namely Mount Merapi. The last eruption of Mount Merapi in 2010 caused damage and claimed many lives. Many news reports about the implementation of logistical assistance by the Sleman Regency Government which is still considered to be not optimal because there is still an inequality in the distribution of logistics assistance. This study aims to describe the implementation of logistical assistance carried out by the Sleman Regency Government in emergency response efforts and explore the causes of the inequity in the distribution of logistical assistance in the 2010 Merapi eruption disaster. For this reason, this study uses the theory of Humanitarian Logistics as the basis for discussion on how to manage disaster logistical assistance in order to run effectively and efficiently. This research method uses a qualitative approach to the type of phenomenological research that aims to describe a phenomenon that occurs. This research uses two data sources, primary data and secondary data. Methods of collecting data using interview techniques and documentation. From the research result, it was found that the implementation of logistics management carried out by the Government of Sleman Regency during the eruption of Mount Merapi was not maximal. The implementation of disaster logistics management is not maximal mainly due to the Human Resources owned by the Sleman Regency Government. The lack of quantity and quality of Human Resources possessed is a major factor in the weakness of disaster management carried out by the Government of Sleman Regency. Therefore, it is necessary to detain the number of personnel both in terms of quantity and quality by conducting training related to the correct logistical management of assistance, so that in the event of a disaster the implementation of disaster management can run more effectively and efficiently.

Kata Kunci : Bencana, Manajemen Bencana, Manajemen Logistik Bencana, Logistik Kemanusiaan, Distribusi Bantuan

  1. S1-2018-317761-Abstract.pdf  
  2. S1-2018-317761-Bibliography.pdf  
  3. S1-2018-317761-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-317761-Title.pdf