KESIAPAN BPBD KABUPATEN MAGELANG DALAM PROGRAM DESA BERSAUDARA SEBAGAI TINDAKAN PENGURANGAN RESIKO BENCANA
HERLAMBANG SAPTO AJI, Dr. Subando Agus Margono, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKPenanganan erupsi Gunung Merapi menggunakan paradigma pengurangan resiko bencana diterapkan BPBD Kabupaten Magelang melalui program Desa Bersaudara. Urgensi penerapan program berkaca dari penanganan erupsi Gunung Merapi sebelumnya, yang mana penanganan bencana berfokus kepada masa tanggap darurat, dirapikan menjadi proses penanganan bencana terencana serta memperbaiki celah dan kekurangan yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan BPBD Kabupaten Magelang dalam pelaksanaan program Desa Bersaudara. Terdapat enam aspek kapabilitas kebencanaan untuk mengkaji kesiapan pelaksanaan program, antara lain; kelembagaan, sumber daya manusia, keuangan, implementasi kebijakan, teknis, dan kepemimpinan. BPBD Kabupaten Magelang sebagai unit analisis menjadikan penentuan informan berfokus kepada organisasai tersebut. Observasi partisipatif dilakukan dengan mengamati proses pelaksanaan program Desa Bersaudara yang paling dekat dengan kondisi nyata yaitu proses gladi dan simulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kesiapan BPBD Kabupaten Magelang dalam program Desa Bersaudara sudah baik sesuai target mitigasi dan kesiapsiagaan. Program Besa Bersaudara akan berakhir pada tahun 2019 sesuai rencana strategis Kabupaten Magelang, perlu adanya tindakan keberlanjutan dengan mengikutsertakan kedalam rencana strategis periode selanjutnya untuk mengakomodasi upaya perbaikan dan peningkatan baik dari hal fisik maupun non fisik.
The Mount Merapi eruption's management is a paradigm of disaster risk reduction applied by Magelang Regency BPBD through a Desa Bersaudara program. The urgency of implementing a mirrored program from previous Mount Merapi eruption's management, in which disaster management focused on the emergency response period, was made into a planned disaster management process and improved existing gaps and shortcomings. The research was conducted to determine the readiness of Magelang regency BPBD in implementing Desa Bersaudara program. There are six aspects of disaster capabilities to assess program implementation, such as: Institutional, human resources, financial, policy implementation, technical, and leadership. Magelang Regency BPBD as a unit analysis makes the appointment of informants focus on the organization. Participatory observation was carried out by observing the process of implementing Desa Bersaudara program to the real condition, that is through rehearsal and evacuation simulation. The results of this research showed that the readiness of Magelang Regency BPBD in Desa Bersaudara program has been accordance with the mitigation and preparedness targets. Desa Bersaudara program will end as of the year 2019 according to the Magelang Regency's strategic plan, needs sustained acts by incorporating it into the next period's strategic plan in order to accommodate improvement and enhancement efforts, both physical and non-physical.
Kata Kunci : Manajemen bencana, kapabilitas kebencanaan, kesiapan, program desa bersuadara, BPBD