Laporkan Masalah

PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PDRB KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI D.I YOGYAKARTA, 2009-2016

BEKTIANI SANTOSA PP, Amirullah Setya Hardi, Cand.Oecon, Ph.D

2018 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Intisari Perbedaan topografi alam dan sumber daya alam pada kabupaten/kota di Provinsi D.I Yogyakarta menyebabkan terjadinya perbedaan potensi yang dimiliki antar daerah. Perbedaan potensi antardaerah tersebut menyebabkan terjadinya perbedaan nilai PDRB yang dimiliki antardaerah di Provinsi D.I Yogyakarta. Dalam hal ini, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan PDRB melalui pengeluaran/belanja modalnya. Berdasarkan hasil analisis pengaruh belanja modal terhadap PDRB kabupaten/kota di Provinsi D.I Yogyakarta tahun 2009-2016 maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan belanja modal tanah, peralatan dan mesin serta jalan, irigasi dan jaringan berpengaruh signifikan terhadap PDRB, sedangkan belanja modal gedung dan bangunan serta aset tetap lainnya tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Secara simultan belanja modal tanah, belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal gedung dan bangunan, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan serta belanja modal aset tetap lainnya berpengaruh signifikan terhadap PDRB di Provinsi D.I Yogyakarta. Kabupaten Sleman memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai PDRB di Provinsi D.I Yogyakarta, selanjutnya diikuti Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulon Progo. Kata kunci: PDRB, perekonomian daerah, belanja modal

Abstract Differences in natural topography and natural resources in the Special Region of Yogyakarta result in differences in each region’s potential. The different region’s potential causes differences in Gross Regional Domestic Product/GRDP (PDRB) among regions in the Special Region of Yogyakarta. In this case, the government’s role is important to increase the GRDP through capital expenditure. Based on the analysis on the influence of capital expenditure toward GRDP in the Special Region of Yogyakarta in 2009-2016, it can be concluded that the increase of capital expenditure on land, equipment and machine, as well as road, irrigation, and networks will give significant influence toward GRPD, while capital expenditure on building as well as other fixed assets will not influence the GDRP. Simultaneously, capital expenditure on land, equipment and machine, buildings, road, irrigation, and network, and other fixed assets will influence GDRP in the Special Region of Yogyakarta. Sleman Regency gives the biggest contribution to the GRDP value in, the Special Region of Yogyakarta followed by Yogyakarta City, Bantul Regency, Gunungkidul Regency, and Kulon Progo Regency. Keywords: GDRP, regional economy, capital expenditure

Kata Kunci : PDRB, perekonomian daerah, belanja modal

  1. S2-2018-417108-abstract.pdf  
  2. S2-2018-417108-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-417108-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-417108-title.pdf