Strategi Penghidupan Masyarakat Nelayan di Kawasan Pesisir Dusun Pantai, Desa Batu Belubang, Bangka Tengah
AMATULLAH MUFIDAH, R Rijanta
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHIzin pertambangan timah di tahun 1967 hanya dimiliki oleh PT Timah Tbk. dan PT Kobatin. Setelah otonomi daerah tahun 2000 mulai berkembang Tambang Inkonvensional (TI) oleh masyarakat. Masyarakat Dusun Pantai, Desa Batu Belubang, Bangka Tengah juga tidak lepas dari pengaruh TI. Banyak masyarakat nelayan yang turut serta bekerja di TI sebagai sampingan atau beralih dari nelayan menjadi penambang TI apung. Pemerintah daerah mulai mengambil langkah tegas menertibkan TI dan TI apung di tahun 2014. Penelitian ini memiliki tujuan untuk 1) menganalisis perubahan aset penghidupan masyarakat nelayan Desa Batu Belubang sebelum dan sesudah maraknya penertiban TI apung, 2) mengkaji strategi penghidupan masyarakat nelayan Desa Batu Belubang dalam upaya mempertahankan penghidupannya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian menggunakan teknik survei. Lokasi Dusun Pantai dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data di lapangan dengan cara indepth interview dibantu oleh kuesioner serta observasi lapangan. Proses pengolahan data dilakukan dengan melakukan editing kuesioner dan koding kemudian memasukkan data kedalam SPSS untuk memproses data menjadi tabel silang perbandingan frekuensi aset penghidupan sebelum dan sesudah penertiban TI. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menghasilkan tabel deskriptif strategi penghidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada aset manusia, fisik dan finansial masyarakat sebelum dan sesudah pelarangan TI dikarenakan masyarakat nelayan yang beralih ke TI banyak yang kembali menjadi nelayan. Strategi penghidupan masyarakat nelayan Dusun Pantai, Desa Batu Belubang dibagi menjadi tiga strategi utama yakni strategi survival, konsolidasi dan akumulasi. Ketiga strategi utama ini dibagi menjadi sub strategi yang terdiri dari kombinasi intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, mobilitas dan kompensasi bergantung dari akses rumah tangga terhadap aset dan juga kapabilitas rumah tangga dalam menghadapi kerentanan.
Permit for tin mining in 1967 only own by PT Timah Tbk. and PT Kobatin. After regional autonomy in 2000, it began to develop Unconventional Mine (TI) by the community. The people of Dusun Pantai, Desa Batu Belubang, Central Bangka also can not be separated from the influence of TI. There are many fishermen also participated in TI as a side job or completely turn into floating TI miners. Local government are starting to take firm steps to curb TI and floating TI miners in 2014. This research aims to 1) analyze the changes of livelihood assets of Batu Belubang fishermen community before and after rampant curb of floating TI, 2) analyze the livelihood strategy of Batu Belubang fishermen community in an effort to maintain their livelihood. This research is a descriptive research with survey technique approach. Dusun Pantai was chosen using purposive sampling. Data collection at the reaserch location is using indepth interview assisted by questionnaire and field observation. Data processing begin with editing and coding the questionnaire then entering the data into SPSS to process the data into cross table comparisson of livelihood assets before and after the TI ban. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis to produce descriptive tables of community livelihood strategies. The result showed significant changes in human, physical and financial assets before and after TI restriction because the fishermen who are turning into TI miners are returning into fishermen again. The livelihood strategy of fishermen community of Dusun Pantai, Desa Batu Belubang is divided into three main strategies named survival, consolidation and accumulation. The three main strategies then divided into sub-strategies consisting of a combination of intensification, extensification, diversification, mobility, and compensation depending on household access to assets and also household capabilities in the face of vulnerability.
Kata Kunci : Kata Kunci: masyarakat nelayan, Tambang Inkonvensional, strategi penghidupan, aset dan kapabilitas./ Key words: fishermen community, Unconventional Mine (TI), livelihood strategies, asset and capability.