Laporkan Masalah

Keberlanjutan Penghidupan TKI Purna di Dusun Glaheng, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo

PRIMA DINI INDRIA, Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A.

2018 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGAN

Permasalahan bagi para TKI akan muncul ketika masa kontraknya telah habis dan harus kembali ke daerah asalnya. Ketika masih bekerja di luar negeri, mereka akan mendapatkan penghasilan yang jelas di setiap bulannya, namun hal tersebut tidak akan ditemui lagi saat mereka sudah berada di daerah asalnya. Dalam kondisi tersebut, kegiatan dan usaha dari masing-masing TKI purna akan menentukan besaran penghasilan yang dapat diterima. Berbagai macam strategi akan dilakukan oleh TKI purna dan keluarganya untuk menjaga kelangsungan hidup. Penelitian yang dilakukan di Dusun Glaheng, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, ini memiliki dua tujuan, yaitu menganalisis pekerjaan TKI purna setelah kembali ke Dusun Glaheng, serta menganalisis strategi kelangsungan hidup yang dilakukan oleh keluarga TKI purna di Dusun Glaheng. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu observasi dan pengamatan langsung, wawancara terstruktur menggunakan kuisioner dengan 44 orang TKI purna Dusun Glaheng, serta wawancara mendalam dengan Kepala Dusun Glaheng serta salah satu pengurus paguyuban TKI purna setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas TKI purna di Dusun Glaheng memiliki usaha mandiri, 12 orang memiliki usaha di bidang pertanian, 12 orang menjadi pedagang/wiraswasta, dan 2 orang memiliki usaha tambak udang. Selain itu, 6 orang TKI purna lainnya bekerja pada pihak lain, sedangkan 12 orang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, Strategi kelangsungan hidup yang paling banyak digunakan keluarga TKI purna di Dusun Glaheng adalah menabung dan meminjam uang, strategi lain yang digunakan adalah mengoptimalkan potensi wanita, mengikuti organisasi sosial, manajemen keuangan, dan menjual aset, serta beberapa TKI purna memiliki pekerjaan sampingan.

Problems for Indonesian migrant workers will arise when their contract has ended and they must return to their hometown. When they are still working abroad, they earn a monthly income, however, when they return to their hometown, they will loss their monthly income. Under these circumstances, their activities and efforts will determine their income. Various strategies will be used by the ex-Indonesian migrant workers and their families to help them to survive. This research, conducted in Dusun Glaheng, Temon, Kulon Progo, has two objectives: analyzing the ex-Indonesian migrant workers' job after returning to Glaheng Village, and analyzing their survival strategy. This is a qualitative research using descriptive type of analysis. Data collection process is done in three ways, including: observation and direct examination; structured interview using questionnaire with the respondents of 44 ex-Indonesian migrant workers in Dusun Glaheng; also in-depth interview with the head of Dusun Glaheng and one of the member of local ex-migrant workers community. Research result shows that the majority of ex-migrant workers in Dusun Glaheng have independent businesses. 12 people have business in agriculture, 12 people work as merchants or enterpreneur, and 2 people have shrimp farming bussiness. The other 6 people works on other parties, and 12 people chose to be housewives. Most used living strategy among the ex-migrant workers are saving and lending money. Other strategy is optimizing the women potential, contributing in social organization, financial management, and selling assets. Some of the ex-migrant workers also have side jobs.

Kata Kunci : TKI purna, pekerjaan, strategi kelangsungan hidup

  1. S1-2018-305120-abstract.pdf  
  2. S1-2018-305120-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-305120-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-305120-title.pdf