Laporkan Masalah

Good Governance Dalam Pengelolaan Filantropi Islam : Studi Kasus Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) oleh LAZIS Muhammadiyah dan LAZIS Nahdlatul Ulama di Daerah Istimewa Yogyakarta

DWI RINDRA TANSRIYANARKO , Dra. Ratnawati, S.U.

2018 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Pengelolaan filantropi Islam saat ini dapat kita lihat sudah sangat masif dilakukan oleh berbagai pihak. Kehadiran pengelola ini, di satu sisi, sangat membantu masyarakat untuk melaksanakan ajaran yang diwajibkan agama ini, dan di sisi lain, tentu saja sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui mekanisme pemerataan ekonomi. Pada gilirannya, pengelolaan yang baik tentu saja akan sangat berpengaruh terhadap capaian yang diharapkan tersebut. Penelitian ini berusaha melihat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sebagai bagian dari filantropi Islam, yang dilakukan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan menggunakan pendekatan good governance, pengelolaan ZIS yang dilakukan akan dideskripsikan dan dianalisa. Asumsinya, pengelolaan ZIS akan didukung oleh berbagai pihak jika pengelolaan dilakukan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, dan egaliter. Pada gilirannya, capaian penerapan ZIS akan semakin besar pula. Kasus pengelolaan ZIS oleh LAZIS Muhammadiyah dan LAZIS Nahdlatul Ulama digali dengan metode pengumpulan data wawancara, pengamatan tidak terlibat, dan pengumpulan dokumen. Wawancara dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak yang bersentuhan langsung dengan lembaga, terutama pengelola itu sendiri. Pengamatan dilakukan dengan observasi terhadap pelaksanaan pengelolaan. Dokumen yang dikumpulkan adalah dokumen-dokumen lembaga dan berita-berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip good governance sudah relatif baik dilakukan di LAZIS Muhammadiyah dan LAZIS Nahdlatul Ulama. Beberapa hal yang menjadi catatan penting adalah, pertama, perlunya perbaikan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM). Kedua, perlunya pengelolaan media yang profesional guna meningkatkan transparansi. Ketiga, perlunya perbaikan format pelaporan guna meningkatkan kejelasan informasi yang disampaikan, yang akan meningkatkan derajat akuntabilitasnya.

Nowadays, we see abundant number of parties run administration of Islamic philanthropy. The presence of this parties, on one side, helps people to practice this compulsory religious teaching. In other side, it serves to the improvement of the welfare of society through distribution of wealth. In turn, the administration need to be run properly to achieve that outcomes. This research try to see the administration of zakat, infaq, and shadaqah (ZIS), as part of Islam philanthropy, that be run by Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama in Daerah Istimewa Yogyakarta. The administration of ZIS will be described and analysed by using good governance perspective. It assumed that the administration will be supported by all elements when it be run at transparent, accountable, effective, efficient, and egalitarian way. As such, the attainment of the implementation of ZIS would be higher. The case of administration of ZIS by LAZIS Muhammadiyah and LAZIS Nahdlatul Ulama be studied with data gathering method of interview, non-participatory observation, and document collecting. The interview be conducted by involving some people that having contact with the institution, mainly the official itself. The observation be conducted by observing the practice of the administration. The document be collected are document of the institution and some news. The result of this research shows that the implementation of values of good governance has been relatively done well at either LAZIS Muhammadiyah or LAZIS Nahdlatul Ulama. Some important notes are, first, the important to fix the institutional and human resources problem. Second, the important to manage the media professionally to improve the transparency. Third, the important to correct the format of report to better the explication of information delivered, in which would raise the level of the accountability.

Kata Kunci : good governance, filantropi Islam, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah

  1. S1-2018-328773-abstract.pdf  
  2. S1-2018-328773-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-328773-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-328773-title.pdf