Bingkai Berita Konflik Isolasi Dua Desa di Kawasan Pertambangan Tembagapura, Mimika, Papua (Analisis Framing terhadap Pemberitaan Portal Berita Tempo.co Periode 9-23 November 2017)
NURUL FIRDIANI FAUZAN, Adam W. Sukarno, S.IP., M.A.
2018 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIMelaporkan peristiwa konflik seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan akurasi, keadilan, faktualitas, dan objektivitas. Sayangnya, hal-hal tersebut seringkali diabaikan sehingga media justru menjadi sarana sarat kepentingan. Padahal, pemberitaan konflik secara sembarangan dapat menyebabkan membesarnya konflik sehingga kerugian yang ditimbulkan juga semakin besar. Untuknya, bagaimana media membawa konflik menjadi sebuah berita menjadi hal yang penting, termasuk konflik isolasi dua desa di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, November 2017 lalu. Tempo.co, sebagai media nasional juga meliput konflik ini secara berkala. Dalam memberitakan konflik ini, Tempo.co melakukan pembingkaian peristiwa melalui 52 judul berita yang diunggah pada tanggal 9-25 November 2017. Kemudian, penelitian ini ingin melihat bingkai yang digunakan oleh Tempo.co dalam memberitakan konflik isolasi dua desa yang terjadi. Melalui analisis framing model Entman, peneliti melihat bagaimana Tempo.co menyajikan pemberitaan melalui empat elemen, yakni define problem, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation pada 37 judul berita yang dikelompokkan menjadi empat utas (thread). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa Tempo.co cenderung membingkai peristiwa konflik isolasi dua desa dengan satu sudut pandang saja, yakni sudut pandang elit. Bingkai ini terlihat dari pernyataan-pernyataan dari narasumber yang terdapat pada masing- masing berita.
Reporting conflict events should be carried out by considering accuracy, fairness, factuality and objectivity. Unfortunately, these things are often ignored so that the media actually become a means of full interests. In fact, carelessly reporting of conflict can lead to an increase of conflict so the losses incurred does too. Therefore, how the media brought conflict into a story was important, including the isolation conflict of two villages in Tembagapura District, Mimika, Papua, on past November 2017. Tempo.co, as national media also covers this conflict regularly. In reporting this conflict, Tempo.co framed the event through 52 news titles uploaded on November 9-25, 2017. Then, this research wants to see the frame used by Tempo.co in reporting the conflict of the two villages isolation. Through Entman�s model of framing analysis, researcher looks at how Tempo.co presented news through four elements, namely define problem, diagnose causes, make moral judgment, and treatment recommendations on 37 news titles grouped into four threads. Based on the analysis done, it is known that Tempo.co tended to frame the events of the isolation conflict of two villages by only one point of view, that is the elite point of view. This frame can be seen from the statements from the sources contained in each news.
Kata Kunci : Berita daring, Bingkai berita daring, Berita konflik, Jurnalisme peka konflik