Laporkan Masalah

Identifikasi Karakter Sudut Percabangan sebagai Indikator Produksi Buah pada Tegakan Pinus merkusii Jungh. et de Vriese di Kebun Benih Semai Sempolan Jember

Devi Oktaria Limbong, Yeni Widyana N. R, Dwi Tyaningsih Adriyanti,

2012 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pinus merkusii merupakan salah satu spesies yang diprioritaskan dalam pemilihan jenis untuk tanaman hutan tanaman industri (HTI), karena telah terbukti memberi harapan keberhasilan dari segi penanamannya serta menunjukkan pertumbuhan yang baik di lapangan. Pelaksanaan program pembangunan HTI dengan tujuan rehabilitasi hutan dalam skala luas maka faktor penyediaan benih baik dari segi kualitas ataupun kuantitas merupakan hal yang sangat penting. Dalam rangka menjamin pemenuhan benih tersebut, akan sangat tergantung pada tersedianya sumber benih yang produksinya akan ditentukan oleh produksi benih dari setiap pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sudut percabangan sebagai indikator produksi buah P. merkusii. Penelitian dilakukan di petak 39 (tahun tanam 1980) blok I KBS Sempolan, RPH Sumberjati, BKPH Sempolan, KPH Jember, Jawa Timur. Penentuan sampel dilakukan dengan membagi sudut percabangan menjadi beberapa kelas sudut percabangan, yaitu kelas sudut percabangan ortotroph (41,0°-58,8°), kelas sudut percabangan semi-ortotroph (58,8°-70,6°) dan kelas sudut percabangan plagiotroph (70,6°-94,4°). Kemudian secara purposive sampling ditentukan sebanyak 20 sampel pohon yang masuk dalam setiap kelas, sehingga total pohon yang digunakan untuk sampel penelitian sebanyak 60 pohon. Hasil produksi buah yang sudah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis korelasi bivariate dengan menggunakan software SPSS 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter sudut percabangan tidak dapat dijadikan sebagai indikator produksi buah P. merkusii karena hasil yang diperoleh tidak signifikan, dengan nilai signifikan korelasi 0,067.

Pinus merkusii is one of priority species in Forest Plantation Industry (HTI) because of it is high growth and survival rate. The development of HTI programs in a large scale forest rehabilitation need the continuity of seed supply in certain quality and sufficient quantity. The continuity of seed supply is strongly depend on the availability of seed sources, which in turn, will depend on the fruit or seed production gielded from each tree. This research aimed to determine the potency of branching angles to be applied as an indicator of cone production of Pinus merkusii. Research was carried out in compartment 39 (planted in 1980) at block I of Sempolan SSO, RPH Sumberjati, BKPH Sempolan, KPH Jember, East Java. Sampling was done by dividing the branching angles into three classes is ortotroph (41,0°-58,8°), semi-ortotroph (58,8°-70,6°) and plagiotroph (70,6°- 94,4°). Twenty sample trees were then selected for each class by purposive sampling method, brought the total sample of 60 trees. Cone productivity was then analysed by bivariate correlation analysis method using SPSS 15 software. Result showed there was insignificancy on the character of branching angles and cone production (correlation of significancy 0,067). Therefore, the branching angles can not be taken as an indicator of cone and seed productivity of Pinus merkusii.

Kata Kunci : P. merkusii, sudut percabangan, produksi buah.

  1. S1-2012-198398-abstract.pdf  
  2. S1-2012-198398-bibliography.pdf  
  3. S1-2012-198398-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2012-198398-title.pdf